Profesionalisme Cinta dan Gagal Move On

Published Mei 5, 2016 by pembawacerita

Kemarin gue berkelakar dengan senior. Ceritanya doi baru nonton AADC 2. Hehehe…biar kekinian gituh.  Gue ga ceritain senior gue itu ya guys. Gue pengen cerita tentang Cinta. Ciyeee…gokil.

Hingga pembahasan kami sampai pada adegan yang momentum, intonasi, makhrajul huruf, dan hukum saktah-nya paaaas banget. “Rangga, apa yang kamu lakukan itu…..jahat!”. Bagi yang belum tahu saktah, saktah itu hukum bacaan Al Qur-an dengan menghentikan bacaan sejenak tanpa mengambil nafas dan tidak boleh kempis-kempis. Tempatnya hanya ada empat di dalam Al Qur-an. Jangan tanya Cinta ya, gue ga yakin dia tahu dimana letak saktah. Tapi dia berhasil mengatakan “jahat” itu pas banget. Kalo dikira-kira Cinta itu berhenti di saktah “jahat” itu tepat dua harakat tak kurang dan tak lebih.

Padahal menurut gue seharusnya yang berkata “jahat” itu bukan Cinta, tapi indraguna. Dulu sebelum menikahi Cinta, indraguna ini sudah dapat bekas bibirnya Rangga. Eh, sekarang sudah menikahi Cinta, kok bibirnya Cinta cium Rangga kok diam saja. Dua kali pula. Ditonton orang banyak pula. Sudah kayak begitu kok tidak cemburu.

“Oh…itu kan profesionalisme sebagai aktris dan aktor bro! Please deh ga usah baper gitu. Lo-nya aja yang mupeng pengen nyium Cinta tapi ga kesampaian kan?”

Walah, ini namanya jaka sembung uber-uberan, sok nyambung akal-akalan. Jujur ya, lelaki manapun pasti seneng kalo dicium Cinta. Tapi lelaki kayak gue ini tau diri kok. Masalahnya guys, bukan sekedar seneng atau ga seneng, ini masalah prinsipil. Ini masalah kepribadian. Ingat kata Rangga dulu waktu masih pake putih abu-abu. “Apa namanya kalau bukan tak punya kepribadian? Mengorbankan untuk sesuatu yang tidak prinsipil”.

Kalo gue nih, nikahin perempuan itu perjuangan banget. Apalagi Cinta. Eh, giliran sudah dinikahi kok malah dicium orang lain. Menurut gue ini prinsipil banget. Ini prinsipil di dunia. Dan jangan lupa, di akherat juga prinsipil. Lo ga percaya?

Nih gue kasih tau ada hadits “Tiga golongan yang tidak akan masuk syurga dan Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan yang menyerupai laki-laki, dan dayuts.” (HR. Nasa’i 5 :80-81; Hakim 1: 72, 4 : 146, Baihaqi 10 : 226 dan Ahmad 2 : 134). Kata para ulama, dayuts itu lelaki yang tak punya rasa cemburu.

Nal lho…kebayang kan, apa sih enaknya? Dulu dapat second, setelah dimiliki masih dipake atau disewa orang lain. Lo kate bini lo angkot! Sudah ga enak di dunia, di akherat diancam tak masuk surga. Lengkap sudah penderitaan lo guys!

Nah, kalo lo bilang itu profesionalisme sebagai aktris, sekarang gue tanya, profesionalisme sebagai istrinya mana? Jadi istri juga harus profesional, guys. Kalo sudah teken kontrak jadi istri orang, ya harus sonsistem eh…sonsisten dong. Profesional sama suami dan mematuhi kontrak. Ini kontraknya disaksikan seluruh malaikat di langit lho. Jadi jangan gampangin melanggar kontrak. Apalagi sampe orang lain bebas keluar masuk. Lo kate bini lo angkot! Nih gue ulang sekali lagi biar kerasa.

Itu si Rangga juga ga jelas. Orang ga jelas gitu lo bilang profesional sebagai aktor. Profesional dari hongkong! Ga move on itu baru bener. Itu kalo baper beneran ya. Gini ya guys, kalo statusnya sudah jadi istri orang, janur kuning sudang melengkung, kalo lo masih ga move on, tunggu bendera kuning ya. Keburu tua lo ga kawin-kawin.

Itu kalo aktornya baper. Tapi kalo ga baper, ya syukur lah eh…kurang ajar lah. Masa’ nyium istri orang. Apa namanya kalo ga kurang ajar. Apalagi kalo sampe tangannya grepe-grepe. Udah mirip copet angkot kan?

Jadi profesionalisme seperti apa yang lo maksud? Profesionalisme kerjasama copet angkot sama angkotnya?

Please ya guys. Move on ya, jangan terjebak dalam pemahaman yang dangkal tentang profesionalisme. Ingat ya guys, pendidikan itu berawal dari rumah. Termasuk pendidikan profesionalisme.

Ini cerita gue, gue Wipy, bukan Borne mantannya Cinta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: