(Perdebatan) Ucapan Selamat Hari Ibu

Published Desember 23, 2015 by pembawacerita

Kemarin timeline saya diramaikan dengan perdebatan halal haram mengucapkan selamat hari ibu. Beberapa kawan bertanya, saya ada ada di pihak yang menghalalkan apa yang mengharamkan?

Saya pernah membahas perihal ucapan selamat atau “greeting” di suatu forum diskusi. Saya tidak menghubungkan ucapan selamat itu dengan aqidah atau bentuk tasyabuh (menyerupai kaum lain). Menurut saya terlalu jauh hubungan itu sehingga kurang relevan untuk dijadikan sandaran pengambilan keputusan. Saya sepenuhnya menggunakan dalil aqli. Toh agama saya sangat mendukung penggunaan akal dalam pengambilan keputusan. Tidak lah terlalu jauh ditarik pada sejarah kenabian.

Ucapan selamat itu secara ontologi tidak lepas dari fakta yang terjadi. Sebagai contoh, pada pagi hari maka ucapannya selamat pagi. Siang hari maka ucapannya selamat siang. Ketika hendak tidur maka ucapannya selamat tidur. ketika bertemu orang lain, mengucapkan “salaam” seperti halnya yang dilakukan Nabi Ibrahim karena kenyataannya orang tersebut dalam kondisi selamat. Ketika bertemu sesama muslim maka “salaam” tersebut dimodifikasi menjadi doa “assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” (sembga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah untukmu). Demikian pula ketika berziarah kubur, “salaam” tersebut juga tidak lepas bahwa fakta substansinya adalah doa “assalamu’alaikum yaa ahli kubur” atau “assalamu’alaikum ahla dayyari”.

Lantas bagaimana dengan hari ibu tanggal 22 Desember? Faktanya pada tanggal 22 Desember 1928 itu ada Kongres Perempuan Indonesia. Dari kongres itu lah disepakati bahwa tanggal 22 Desember adalah perayaan hari ibu. Jadi fakta dengan ucapan selamat hari ibu itu relevan.

Kemudian ada yang menanyakan, berbakti kepada ibu itu setiap waktu, bukan setahun sekali kan? Saya jawab Benar. Kemudian saya tanya ulang, apakah mengucapkan Selamat hari ibu sesuai fakta itu mereduksi makna berbakti kepada ibu setiap waktu? ini pertanyaan retorik saja sih. pasti orang waras jawabnya tidak, karena kenyataannya berbakti kepada ibu juga setiap waktu. Mau mengucapkan selamat hari ibu setiap waktu juga silakan. tidak ada yang melarang juga kan?

Kemudian ada yang menanyakan pula, apakah pengucapan selamat itu tidak menyerupai kaum lain? Wah, terlalu jauh logikanya ditarik ke pertanyaan itu. Saya tanya balik saja ya. Apakah pada jaman kenabian dan para sahabat nabi mengenal hari libur kerja pekanan seperti hari Ahad? Terus terang saya belum pernah mendapatkan literatur apapun tentang libur di hari Ahad. Lantas apakah seorang muslim yang libur kerja di hari Ahad itu tidak tasyabuh kepada orang kafir?

Kemudian ada juga yang berpendapat bahwa ucapan hari ibu itu tidak ada dalam tuntunan Islam. Sehubungan denga ini, saya berpendapat bahwa ucapan hari ibu itu ada di ranah muammalah, hubungan antar sesama manusia, oleh karena itu berlaku kaidah fikih bahwa segala sesuatunya dalam muammalah itu boleh, kecuali yang dilarang. Nah, tidak ada larangan mengucapkan hari ibu dan pengucapannya pun sesuai dengan fakta, artinya tidak ada kebohongan. Yang dilarang itu kalau pengucapan selamat atau greeting itu merupakan kebohongan. Ini kembali lagi pada aspek ontologi di atas tadi.

Apakah ada contoh ucapan selamat yang mengandung kebohongan? Ada. Saya beri contoh yaitu ucapan selamat hari kasih sayang atau valentine days pada tanggal 14 Februari. Kenyataannya, peringatan itu tidak lepas dari sejarah tanggal 14 Februari 269 Masehi,ada seorang bernama Valentine yang dibunuh secara keji oleh Pemerintahan diktator dengan dipenggal kepalanya. Faktanya, bukan kasih sayang yang ada. Tetapi justru kekejaman. karena itulah saya tidak mengucapkan selamat hari kasih sayang pada 14 Februari. Yang saya ucapkan adalah selamat ulang tahun untuk Bapak saya, Imam Supandi​, yang lahir tanggal 14 Februari 1957. Nah ucapan saya itu sesuai fakta, jadi saya tidak berbohong. Karena berbohong itu dilarang, betul?

Jadi saya dipihak yang mana? Jelas, selama ucapan selamat atau greeting itu tidak mengandung unsur kebohongan, itu boleh alias halal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: