Ga Cukup Doamu, Kawan

Published Desember 6, 2015 by pembawacerita

Sebagian orang akan berpendapat dengan berdoa saja lah kita untuk mengubah negeri yang carut marut ini. Tak perlu kita ikut dalam sistem politik kafir.

Benar kekuatan doa itu memang luar biasa. Saya ingin menyontohkan kisah Maryam. Dia menjaga diri dari segala hingar bingar kemaksiatan di luar. Berdiam diri di dalam mihrabnya dan hanya berdoa. Dan memang benar Allah mencukupkan rejeki untuknya,segala kebutuhan makan minum dan buah-buahan Allah berikan untuknya. Nabi Zakariya saja kaget terkagum heran melihatnya.

Tapi ketika hajat itu melibatkan orang lain apa cukup dengan doa?
Saya lanjutkan kisah Maryam. Kebiasaan Maryam berdoa di mihrab tersebut ditiru Nabi Zakariya. Beliau membuat mihrab di rumahnya dan berdoa penuh kekhusyukan mengharapkan anak kepada Allah. Apakah Allah memberikan anak langsung? Tidak. Nabi Zakariya harus melakukan jima’ dulu. Kok saya tahu? Sok tahu? Tidak kawan. Sejarah peradaban manusia ini hanya Adam yg dicipta tanpa manusia lain, Hawa yg dicipta dr lelaki saja & Isa putera Maryam yg dicipta dr perempuan saja. Maka hukum alam berlaku,tak akan ada janin jika tidak ada pembuahan sel telur oleh sperma. Ini menunjukkan doa saja tak cukup untuk mengubah keadaan.

Saya lanjutkan lagi kisah Maryam. Allah menakdirkan Maryam harus hamil tanpa memiliki suami. Apa tah kata orang? Seorang yg shalihah terjaga dr segala kemaksiatan di hamil. Toh takdir itu tetap dijalani Maryam. Ketika hendak melahirkan jabang bayi? Apakah Maryam cukup berdoa saja kemudian Allah keluarkan si jabang bayi? Tidak. Maryam harus berlelah lelah mengejan sampai lemas. Pun setelah lemas bersalin,apakah Allah langsung memberinya makanan seperti saat dia di mihrab? Tidak.Allah malah meminta syarat, atau memberi petunjuk, agar Maryam menggoyang pohon kurma yg disandarinya waktu melahirkan. Kemudian baru jatuhlah kurma untuk dimakan Maryam dan memulihkan staminanya.

Sekali lagi ini tidak cukup dengan doa saja. Harus ada usaha. Walaupun sebenarnya usaha itu tak sebanding dengan hasilnya. Maryam yg lemas lunglai menggoyang pohon kurma. Apa kita bisa membayangkan seberapa besar kekuatan perempuan setelah melahirkan menggoyang pohon kurma? Menurut saya mustahil mampu membuat kurma jatuh dari tangkainya. Tapi toh kenyataannya kurma itu jatuh. Begitu pula sepasang suami istri Nabi Zakariya. Agak susah menerima secara akal kakek-kakek dan nenek-nenek bisa berhubungan badan sampai hamil. Tapi toh kenyataannya kakek-kakek Nabi Zakariya bisa mengeluarkan sprema dari tubuhnya dan nenek-nenek istri Nabi Zakariya itu hamil.

Demikian pula kita seharusnya. Usaha kecil kita selain doa tentu tidak signifikan dibanding dengan apa yg akan Allah berikan. Maka jangan tinggalkan usaha kecil itu hanya dengan berdoa saja. Karena doamu saja tak cukup kawan. Toh diantara kita tak ada yg sesholihah Maryam. Toh kehidupan kita tidak bisa dilepaskan dari berhubungan dengan orang lain.

Demikian pula dalam upaya mengubah negeri ini. Mungkin diantara kita berpendapat sistem politik yang ada saat ini adalah sistem kafir. Baik jika itu pendapat yang kawan pilih. Cukuplah kawan tidak ikut aktif dalam partai politiknya. Tapi ketika ada ancaman kezhaliman atau kemaksiatan apa kita diam saja kawan? Cukup dengan doa saja? Saya perlu ingatkan kembali,kezhaliman yang terjadi bukan hanya untukmu sendiri sebagaimana Maryam menyelamatkan dirinya sendiri. Ada hak istrimu ketika berbelanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhan. Ada hak anakmu melalui pendidikan. Ada hak tetanggamu dan hak-hak lain melalui berbagai bidang.

Kita perlu usaha,sekecil apapun yang bisa kita keluarkan untuk mengubah negeri atau membawa kebaikan bagi negeri ini. Apalagi jika ada kesempatan dengan adanya calon pemimpin yang jelas membawa kebaikan bagi umat ini. Jangan diam dan tidak memilih dengan alasan cukup berdoa saja. Karena diluar sana musuh-musuh Allah ini merencanakan makar tanpa lelah henti. Gerakkan langkahmu dan jangan tinggalkan doamu. Langkah kita dan doa kita yang akan mengubah dan membawa kebaikan negeri ini dengan izin Allah. Tunaikan kewajiban memilihmu pada 9 Desember 2015 nanti.

Dari saudaramu yang senantiasa berdoa untuk kebaikan negeri ini disaat perjalanan safar Malang-Jakarta.

Salam

Wipy

3 comments on “Ga Cukup Doamu, Kawan

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: