Jangan Terkungkung Batas Imaji Marah Rusli

Published Oktober 21, 2014 by pembawacerita

siti nurbaya

baru-baru ini ribut soal perkawinan selebritis disiarkan dua hari berturut-turut. perkawinan yang dimulai dari proses interaksi lelaki dan perempuan yang begitu lama. pada dimensi ruang dan waktu yang lain ada segolongan orang mencemooh perkawinan yang begitu cepat prosesnya. terkadang opininya dibawa ke jaman Marah Rusli saat menulis sebuah novel fenomenal.

bagi saya ini, pernikahan selebritis itu patut disyukuri karena hubungan tanpa status hukum telah dia akhiri. demikian pula pernikahan yang diawali dengan proses yang cepat sudah biasa terjadi. sekarang sudah bukan jaman imajinasi Marah Rusli.

saya punya kawan, sewaktu kuliah aktivitasnya luar biasa. beberapa perempuan terpesona dengan aktivitasnya itu. tetapi dia memilih menikah dengan perempuan yang sebenarnya dia sudah kenal, tetapi dia tidak menyangka perempuan itu yang disodorkan kawan yang dipercayanya. mereka menikah dan sekarang punya anak tiga. tidak tangung-tanggung, aura perempuan yang dahulu terlihat lebih pandai darinya sebelum menikah, kini menyelimuti aura dirinya. kepandaian itu menular dan kawan saya itu lulus dari salah satu program magister melalui program beasiswa dengan predikat lulusan terbaik.

saya juga punya kawan, dia ganteng sekali. sewaktu kuliah saya beberapa kali mendengar celotehan perempuan tentang kegantengannya. sayangnya dia tidak tergoda dengan celotehan para perempuan itu. justru setelah keluar dari kampus dan terbebas dari celotehan perempuan, dia didekatkan dengan seorang perempuan. tidak lama kemudian menikah. sekarang sudah memiliki satu anak. dan jika melihat fotonya, saya jamin jika masih ada perempuan yang dulu berceloteh itu belum menikah, ada api cemburu dalam hatinya.

saya juga punya kawan, dulu kasihan sekali. saya yakin dulu tak ada seorang perempuan pun disekitarnya yang tertarik padanya. ternyata itu menjadi keberkahan buatnya. masa mudanya jauh dari hingar bingar lawan jenis. dan setelah lulus kuliah, seingat saya dua atau tiga kali bertemu dengan orang tua seorang perempuan, jadi bukan perempuannya yang ditemui, kemudian segera menikah. sekarang sudah memiliki tiga anak. dan saya yakin banyak lelaki yang iri. istrinya cerdas luar biasa, melampaui batas kecerdasan kawan saya itu. dan menjadi kelompok perempuan khusus dimata Tuhan.

saya ingin cerita banyak kawan saya lagi. tapi saya pikir sudahlah tiga contoh itu cukup untuk mendeskripsikan fenomena yang terjadi.

So, janganlah terkungkung pada batas imaji Marah Rusli.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: