Kemerdekaan; Kebaikan yang Menular

Published Agustus 17, 2013 by pembawacerita

Merdeka itu bebas tak terikat, (belum titik tapi masih koma), bebas dari penghambaan dan penjajahan, tidak terikat pada ketergantungan terhadap orang. Kira-kira begitu Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan kata merdeka. Definisi itu sesungguhnya sangat luas maknanya. Ketika suatu bangsa telah merdeka, ia berhak menentukan mengatur negaranya sendiri. Lebih dari itu, bangsa yang telah merdeka bisa turut menularkan kemerdekaan bagi bangsa lain yang masih terjajah. Bukan hanya dalam lingkup kebangsaan, seseorang yang telah merdeka juga dapat mendorong kemerdekaan orang lain. Kemerdekaan adalah kebaikan yang menular.

Mari kita lihat sejarah penularan kemerdekaan suatu negara. Sependek pengetahuan saya, Mesir merdeka pada tanggal cantik 22222 (22 Februari 1922, jika salah mohon dibenarkan). Itu artinya Mesir merdeka sebelum Indonesia. Kemudian pada saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Negara Indonesia.

Pengakuan Mesir ini sangat penting bagi kita semua. Sebagaimana kita ketahui bahwa persyaratan negara minimal ada empat, yaitu: wilayah kedaulatan, rakyat, pemerintahan, dan pengakuan dari negara lain. Jikalau tidak ada pengakuan kemerdekaan dari negara lain, tidak bisa suatu negara dikatakan berdiri, merdeka, dan berdaulat. Dengan demikian pengakuan kemerdekaan Indonesia dari Mesir sangat berharga. Lebih dari itu, inisiasi Mesir untuk Indonesia ini mendorong negara lain untuk turut mengakui kemerdekaan Negara Indonesia. Pengakuan dari Mesir pun kian bermakna bagi bangsa Indonesia.

Lantas bagaimana dengan kemerdekaan persona? Sejarah telah mencatat bukti betapa kemerdekaan persona turut membebaskan manusia sesama. Islam telah mencatat kebebasan Umar ibn Khaththab dari penghambaan dan belenggu kekafiran dan kejahiliyahan. Kemerdekaan Umar menuju Islam membawa lecutan dakwah yang tak terkira. Mari kita lihat bagaimana proses hijrahnya Umar dari Mekan menuju Yatsrib (kemudian menjadi Madinah) yang berbeda dengan sahabat lainnya.

Ketika para sahabat berhijrah secara sembunyi-sembunyi, Umar justru menampakkan hijrahnya pada kaum kafir Quraisy. Ketika para sahabat berhijrah dibalik kelamnya malam, Umar justru berangkat dimasa siang nan terang. Lebih dari itu, Umar malah memproklamasikan niat hijrahnya.

Hari sebelum berhijrah Umar membuat geram kaum kafir Quraisy dengan mengunjungi Ka’bah. Umar melakukan thawaf dan sholat di maqom Ibrahim hingga berpasang-pasang mata kaum kafir Quraisy melihat tanpa berani mencegahnya. Tak berhenti sampai disitu, Umar berkata dengan suara lantang pada mereka “Wahai wajah-wajah yang telah ingin Allah hinakan! Barang siapa yang ingin anaknya menjadi yatim, yang ingin ibunya celaka, dan yang ingin istrinya menjanda, maka temui aku besok di balik lembah ini! Sesungguhnya, aku besok akan pergi berhijrah”.

Keesokan harinya, setidaknya 20 orang muslimin yang papa dhuafa mengikuti Umar berhijrah. Mereka aman dalam perlindungan Umar. Kemerdekaan Umar membawa anugerah kemerdekaan pula bagi mereka. Disisi lain, semua kafir terdiam membisu. Lidah mereka kelu. Mereka hanya bisa melihat membatu.

Kemerdekaan Umar memang sangat fenomenal. Kemerdekaannya menjadi anugerah bagi semua. Kemerdekaannya memberikan perlindungan dan rasa aman ketika saat itu umat Islam belum merasakan. Abdullah bin Mas’ud mengatakan “Demi Allah, tidaklah kami mampu mengerjakan shalat dalam Ka’bah sampai Umar masuk Islam, baru kami melakukannya”.

Kemerdekaan adalah kebaikan yang menular, maka jangan lupakan pembawa kebaikan itu. Sungguh kita tidak lebih berharga dan tak lebih mulia daripada mereka para pembawa kebaikan.

Dirgahayu Negeriku, Semoga Alloh memberi kekuatan anak bangsamu untuk menjagamu selalu.

Malang, 17 Agustus 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: