Pemilihan Presiden RI 2029

Published Juli 18, 2013 by pembawacerita

Penyaringan pertama yang luar biasa. Di depan publik, disiarkan langsung, dilihat berjuta mata, dan bergelombang dalam waktu yang lama karena banyaknya peserta. Bagaimana tidak menarik, Ketua KPU mengumumkan syarat pertama Presiden adalah ‘hafal AlQur-an’. Lembaga itu bekerja 24 jam sehari selama sebulan penuh untuk menguji penghafal AlQur-an terbaik yang layak menjadi Presiden.

Untuk menguji para penghafal itu KPU menguji setiap peserta secara terbuka dengan berbagai metode satu per satu. Misalnya meneruskan ayat yang dibaca sampai 7 ayat berikutnya. Seperti ‘alif laam miim’, maka 7 ayat berikutnya di semua surat berurutan dibaca (hayo surat apa saja?). Belum lagi yang ayat dipertengahan. Ada juga yang melanjutkan penggalan ayat agar dilengkapi satu ayat penuh, tentu untuk semua ayat. Misalnya ‘sabbahalillah’, maka semua ayat yang berawalan ‘sabbahalillah’ dilantunkan (ada berapa ayat dan di surat apa saja coba?). Dan banyak metode lain.

Sungguh seleksi yang melelahkan KPU. Hingga dari jutaan yang mendaftar hanya tinggal separuhnya. Ini benar-benar seleksi yang ketat. Peserta yang tidak lolos kembali sedangkan yang lolos harus tinggal untuk menjalani seleksi berikutnya. Tak ada jeda waktu istirahat. KPU sadar bahwa Presiden terpilih nanti punya tugas berat. Maka sedari seleksi harus kuat daya tahannya.

Keesokan harinya berkumpul peserta yang lolos. Seleksi kali ini adalah pertanyaan sederhana dibawah sumpah. ‘Siapa yang sedari baligh tidak pernah masbuk sholat berjama’ah?’.

Hanya pertanyaan begitu saja sebenarnya. Beberapa pengamat politik mencerca kriteria KPU ini. Kalau seperti itu bisa saja orang berbohong. Tapi KPU bergeming. Dengan seleksi hafalan AlQur-an yang begitu ketat, mustahil orang yang terbersit niat kebohongan dalam hatinya. Dia dijaga AlQur-an seperti dia menjaga hafalan AlQur-annya. Yang ada adalah kejujuran dan keridhoan.

Rupanya separuh penghafal AlQur-an mengakui dengan keridhoan bahwa mereka tidak memenuhi kriteria itu. Tertinggal separuh sisanya. Mereka masih harus tinggal tanpa jeda istirahat untuk mengikuti seleksi hari berikutnya. Tentu mereka belum tahu seleksi apa yang akan terjadi besok. Semua masih rahasia.

Tepat ba’da shubuh keesokan harinya, Ketua KPU mengumumkan pertanyaan seleksi. ‘Siapa yang sejak baligh lengkap sholat sunnah rowatibnya?’. Lagi-lagi pertanyaan di bawah sumpah. Separuh diantara peserta gugur. Separuh sisanya seperti biasa masih harus tinggal untuk melanjutkan seleksi.

Pada malam hari seleksi terakhir, ada beberapa peserta yang mengundurkan diri karena merasa tidak mampu memenuhi seleksi berikutnya. Sebagian besar diantara mereka adalah ahli tarikh.

Seperti hari sebelumnya, ba’da shubuh Ketua KPU mengumumkan pertanyaan seleksi. ‘Siapa yang sejak baligh selalu mendirikan qiyamul lail setiap malam?’. Suara mendengung seperti lebah meramaikan Masjid Istiqlal, tempat seleksi terakhir. Beberapa diantara mereka membenarkan prediksi kawan-kawannya para ahli tarikh yang mengundurkan diri.

Pertanyaan terakhir itu telah menjadi seleksi luar biasa. Hanya satu orang yang berdiri menjawab pertanyaan di bawah sumpah. Ketua KPU bertanya pada orang itu, ‘Siapa namamu?’. Dengan dingin ia menjawab, “Muhammad Al Fatih”.

Tiba-tiba alarm HP berdering. Bangun. Waktunya sahur.

@Kamar kos Makassar, 19 Juli 2013.

6 comments on “Pemilihan Presiden RI 2029

  • Seleksi yang sangat cocok dengan kekhalifahan di masa awal. Untuk masa kini (di Indonesia) perlu ditambah dengan profesionalisme dan bukti nyata peran di masyarakat. Karena koruptor di negeri ini banyak yang ibadah mahdhahnya bagus, dan di pelosok2 sebenarnya masih banyak hafidz tetapi juga pelihara khadam dan lebih suka nyentrik drpd berperan langsung di masyarakat.

    Tolong dikoreksi pendapat saya Akh, syukran sudah dimention dalam impian yang insya Allah sebentar lagi nyata ini.

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: