PERANG TABUK DAN PERSIAPAN RAMADHAN

Published April 21, 2013 by pembawacerita

Peran Serta Persiapan Ramadhan

Kejahatan internasional tersebut memang hanya bisa dijawab dengan bahasa perang. Oleh karena itulah, Rasulullah SAW mengumpulkan pasukan sebanyak tiga ribu prajurit. Rasulullah SAW menunjuk Zaid bin Haritsah sebagai jenderal pasukan. Sebelum pasukan berangkat, Rasulullah berpesan “Apabila Zaid gugur, penggantinya adalah Ja’far. Jika Ja’far gugur, penggantinya adalah Abdullah bin Rawahah”. Pesan ini menyiratkan pelajaran kepada dunia bahwa tidaklah perlu menetapkan seorang pemimpin berbelit-belit. Selama iman masih tertancap di hati dan semangat jihad masih membara di dada, mudah saja memilih pemimpin umat.

Pasukan tersebut kemudian berangkat menuju Mu’tah, medan perang yang telah disepakati. Pada masa pemberangkatan ini, pasukan Islam saling menguatkan jiwa patriotisme. Diantara syair yang membangkitkan semangat pasukan adalah syair Abdullah bin Rawahah: “Ku mohon ampunan kepada Tuhan, disamping tebasan pedang yang menepis kotoran. Atau hujaman tanganku yang kuat perkasa, dengan tombak yang mengeluarkan isi dada. Biarkan orang berkata saat melewati kuburku, Allah telah memberi petunjuk padaku.”

Peperangan pun meletus tidak seimbang. Pasukan muslim yang hanya 3.000 prajurit harus melawan 200.000 prajurit musuh. Ketimpangan itu tidak menghentikan langkah pasukan muslim. Ketika genderang perang telah berbunyi, pantang baginya untuk kembali. Karena surga lebih menjanjikan untuk dinanti. Hidup mulia atau syahid kehidupan mengakhiri.

Di medan peperangan, melesat sebuah tombak menghujab tubun panglima Zaid bin Haritsah. Sebagaimana pesan Rasulullah SAW, Ja’far bin Abu Thalib mengambil bendera kepemimpinan. Namun, perang itu begitu sengit. Tak lama kemudian melayang tebasan pedang memenggal tangan kanannya. Ja’far kemudian memindahkan bendera ke tangan kiri dan melanjutkan pertempuran. Sejurus kemudian tangan kirinya juga ditebas pedang musuh. Dalam kondisi buntung tanpa tangan, bendera pasukan Islam dipegang diantara dua lengannya yang tersisa. Hingga syahid pun menjemputnya. Keberaniannya itu yang kemudian mendapat balasan luar biasa sehingga Ja’far dijuluki Ath Thayyar (Sang Penerbang) atau Dzul-Janahain (Pemilik dua sayap) karena dianugerahi Alloh dua sayap di surga.

Dalam peperangan pun, tidak ada istilah vacuum of power dalam dunia Islam. Setelah Ja’far bin Abu Thalib terbang ke surga, bendera kepemimpinan diambil alih oleh Abdullah bin Rawahah. Akan tetapi, timpangnya peperangan akhirnya merenggut nyawa sang pujangga yang menjadi panglima perang itu. Sebenarnya telah tuntas pesan Rasulullah SAW perihal personalia kepemimpinan. Namun, dalam keterdesakan seperti kala itu, lahirlah pemimpin perang, ahli politik peperangan, yang Rasulullah SAW menjulukinya Pedang Allah yang Terhunus, yaitu Khalid bin Walid. Ia melihat hampir tidak mungkin pasukan yang terlalu kecil itu akan memenangkan peperangan melawan lautan pasukan musuh. Hingga mengambil strategi mundur dari medan Mu’tah menuju Madinah. Tentu bukan karena menyerah pada tirani, tapi untuk eskalasi massa yang jauh lebih mumpuni untuk menggempur kekuatan Romawi.

Selepas Perang Mu’tah yang terjadi pada bulan Jumadil Ula 8 H itu, Heraklius merasa terancaman sehingga dia menyiapkan pasukan yang besar. Belum genap setahun setelah Perang Mu’tah, Heraklius sudah mempersiapkan untuk menyerang Islam. Informasi yang sampai di Madinah, Heraklius telah menyiapkan 40.000 prajurit yang dipimpin pembesar Romawi. Selain itu beberapa kabilah turut bergabung dengan Pasukan Romawi hendak menyerang Muslim.

Ancaman tersebut menyiutkan nyali sebagian kaum muslimin. Apalagi saat itu bertepatan dengan musim kemarua yang sangat panas dan kering. Selain itu musim panen semakin dekat, pepohonan begitu teduh dan buah-buahan bergelantungan. Dalam kondisi seperti itu, orang-orang lebih menyukai berada di dalam rumah menghindari terik matahari, atau santai di kebun berteduh dibawah pohon rindang sambil menunggu panen. Saat itu rumah dan kebun benar-benar menjadi comfort zone.

Dalam kondisi nyaman seperti itu, masyarakat dihadapkan pada ancaman penyerangan pasukan Romawi. Namun, jika kondisi nyaman tersebut dibiarkan saja sehingga melenakan kaum muslimin, maka dampak yang lebih buruk dan tidak diharapkan, yaitu kekalahan dan kemunduran dakwah, bisa terjadi. Oleh karena itulah, Rasulullah SAW memutuskan untuk memimpin langsung pasukan Muslim bahkan mengumumkan secara langsung dihadapan kaum muslimin untuk mempersiapkan perang menghadapi pasukan Romawi dan sekutunya. Padahal jarang sekali Rasulullah mengumumkan perang secara langsung. Tapi karena melihat masyarakat yang terlalu nyaman berada di comfort zone, sedangkan kenyataan mengharuskan untuk menghadapi pasukan perang yang besar dan langkap persenjataannya, maka langkah Rasulullah SAW tersebut menjadi pertanda betapa genting dan pentingnya keputusan tersebut.

Mengingat betapa pentingnya persiapan menghadapi pasukan adikuasa Romawi, para sahabat segera bergerak cepat mempersiapkan diri. Bahkan sahabat yang miskin pun datang kepada beliau untuk menyampaikan keinginannya menginfakkan sesuatu, tapi kemiskinan mengurungkan kemampuan mereka memberikan jihad harta hingga membuat mereka menangis bercucuran air mata. Kisah ini bahkan diabadikan dalam Al Qur-an Surat AT Taubah ayat 92.

“dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu.” lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan.”

Di sisi lain para saudagar Muslim berinfak tidak tanggung-tanggung. Utsman bin Affan contohnya. Ia membatalkan perdagangan ekspornya ke Syam kemudian menafkahkan seluruh dagangannya sebanyak dua ratus ekor unta  lengkap dan seluruh dagangan yang diangkutnya. Hari-hari kemudian Utsman menambahkan shadaqahnya berupa seratus ekor unta dan barang yg diangkutnya ditambah uang tunai sebanyak seribu dinar (setara dengan Rp2Miliar). Begitu seterusnya hari-hari Utsman menjelang Perang Tabuk menghadapi pasukan Romawi diisi dengan menginfakkan hartanya.

Pada saat itu bahkan secara terang-terangan Umar bin Khaththab menyatakan perlombaan dengan Abu Bakar dalam hal berinfak di jalan Alloh. Umar menyerahkan separuh hartanya. Akan tetapi Abu Bakar menafkahkan seluruh hartanya. Hingga Umar menyadari bahwa ia tidak akan pernah melebihi Abu Bakar.

Demikian selanjutnya perlombaan persiapan perang ini menggurita di seluruh kalangan masyarakat Madinah. Beberapa sahabat miskin, karena keinginannya berinfak yang menggebu-gebu, menafkahkan hartanya walau hanya sekantung kurma. Demikian pula perempuan-perempuan juga menyerahkan perhiasan-perhiasannya. Masa-masa itu benar-benar tidak ada rasa sayang di dalam hati kaum muslimin terhadap hartanya. Hanya orang-orang munafik saja yang tidak rela dan bahkan mencela perlombaan infak itu. Ini pun diabadikan dalam Al Qur-an Surat At Taubah ayat 79

“(orang-orang munafik itu) Yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, Maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih.”

Rupanya persiapan yang luar biasa tersebut, persiapan yang dilakukan dalam masa-masa terik panas dan harus meninggalkan comfort zone, membuahkan hasil yang tiada terduga. Di tengah Ramadhan yang terik itu, pasukan Muslim berangkat ke Tabuk dengan membawa persiapan perang yang lebih lengkap daripada Perang Mu’tah. Di tengah Ramadhan itu pula koalisi-koalisi Romawi gentar. Lantas mereka menyerah dan meminta damai kepada Rasulullah SAW. Pergerakan pasukan Muslim, dan strategi Rasulullah SAW yang diterjemahkan dengan baik oleh Khalid bin Walid telah berhasil membawa kemenangan bagi kaum Muslimin. Kemenangan tanpa menumpahkan darah. Inilah salah satu kemenangan yang terjadi pada bulan Ramadhan, yaitu Ramadhan 9H.

Kini, tak terasa hari-hari kita, yang telah lama dari peristiwa Tabuk, juga mendekati Ramadhan. Kurang lebih 80 harian lagi kita akan berjumpa Ramadhan. Apakah kita telah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik dalam menghadapi Ramadhan? Tentulah amat rugi kita jika Ramadhan nanti tidak memperoleh rahmat dan gagal menggapai keutamaannya. Demikian Rasulullah SAW bersabda:

“Ramadhan telah tiba kepada kamu. Ia bulan berkat yang dilimpahkan oleh Allah untuk kamu. Di dalamnya, Dia menurunkan rahmat, menghapuskan kesalahan, mengabulkan doa, menonton persaingan kamu dalam kebaikan dan berbangga dengan kamu di hadapan para malaikatNya. Lantaran itu, tunjukkanlah kepada Allah kebaikan diri kamu. Orang yang malang ialah sesiapa yang tidak memperoleh rahmat Allah ‘Azza wa Jalla” [HR. At-Thabrani]

Oleh karena itu, sesuai dengan pesan Rasulullah SAW “tunjukkanlah kepada Allah kebaikan diri kamu” pada hadits tersebut, sekarang adalah saat-saat yang tepat untuk mempersiapkan diri menghadapi Ramadhan. Salah satu persiapan yang utama adalah persiapan jihad harta sebagaimana para sahabat berlomba-lomba menyiapkan hartanya. Para sahabat menyadari benar keutamaan jihad harta ini.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa sewaktu Basyir bin Khashashah datang untuk berbai’at kepada Rasulullah SAW , dia berkata: “Untuk apa lagi saya berbai’at kepadamu wahai Rasulullah?” Lalu dia menyebut beberapa perkara Islam yang diingatnya, shalat, puasa zakat, haji dan jihad. Kemudian ia melanjutkan, “Saya sudah berbai’at kepadamu atas semua perkara itu kecuali jihad dan shadaqah, lantaran saya tidak mempunyai kemampuan untuk mengerjakannya?” Lalu jawaban yang beliau berikan, “Wahai Basyir, tidak berjihad dan tidak bershadaqah, lalu dengan apa kamu masuk surga?” (HR. Al-Bukhari). Karena itu lah para sahabat berlomba-lomba dalam jihad harta. Demikian pula seharusnya kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW.

Selanjutnya Masjid At Taubah memiliki target persiapan menghadapi Ramadhan yaitu membuat kenyamanan ibadah di Masjid. Sehingga pada Ramadhan nanti Insya Alloh Masjid At Taubah penuh orang beribadah baik di lantai dasar, lantai dua, bahkan selasar masjid. Melihat target tersebut Masjid At Taubah minimal membutuhkan persiapan berupa perampungan tangga dan pengadaan sound system yang lebih memadai. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa tangga merupakan bagian vital masjid untuk membawa jama’ah beribadah di lantai dua. Berdasarkan pengalaman Ramadhan tahun lalu, Masjid At Taubah penuh sampai lantai dua. Selain itu, kondisi soud system yang telah terdepresiasi sedari awal didirikan Masjid At Taubah sampai saat ini. Hal ini membutuhkan peremajaan sound system agar kalamullah dan tausiyah selama Ramadhan mampu menjangkau seluruh jama’ah yang beribadah di masjid At Taubah.

Dengan latar belakang tersebut, DKM At Taubah telah melakukan survei dan perkiraan kebutuhan pencapaian target persiapan Ramadhan yang hasilnya sbb:

Perkiraan perampungan tangga

Rp20.000.000

Instalasi Penangkal Petir

Rp5.000.000

Pengadaan Sound System

Rp15.000.000

Persiapan ini merupakan persiapan kita bersama, perjuangan kaum muslimin Gardenia dan kebutuhan kita semua. Oleh karena itu, sekarang saatnya untuk berlomba-lomba menafkahkan harta untuk persiapan Ramadhan di Masjid At Taubah. Mari kita siapkan jihad harta terbaik kita sebagaimana sahabat-sahabat Rasulullah SAW melakukan.

Wallohu ‘alam bishshowab

 

Investasi Peran Serta Persiapan Ramadhan  dapat menghubungi Bpk. Suyono (08568598487) dan Bpk Wipy (08128478603) atau ditransfer melalui rekening BCA No.7650393761 an Wirawan Purwa Yuwana atau Bank Mandiri 126-000-438-5406 an Suyono.

Investasi Material dapat menghubungi Bpk Heru Taufik (021-91822959 atau 08888546569) dan Bpk. H. Ahmad Kasang (08129255373)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: