Ketika Mbak Gagang Ga Boleh Datang

Published Mei 16, 2012 by pembawacerita

Suatu ketika ada perbincangan anak gha0L dg anak kuper disebuah kereta komplen. Kebetulan saya ikut nangkring di kereta yang sering dikomplen penumpangnya. Saya sendiri bingung, lha wong sering komplen kok ya masih memilih naik kereta itu. Terkadang geli juga mendengar orang-orang komplen di kereta komplen. Ada yg mencaki maci lah. Ada juga yg melampiaskan kekesalannya di status Facebook. Ada juga yg aneh, keretanya lemot malah ngaji, bisa dapet 1 juz lebih katanya.

Waktu saya tanya orang aneh itu mengapa kok ngaji di kereta yg lagi dibombardir komplen gitu? Wee…dia malah bilang,”sebenarnya saya juga mau komplen mas. Pengen marah juga. Tapi saya bingung mau marah sama siapa dan kepada siapa?”. Saya masih bengong. “Maksud saya mas, saya ini bingung marah sama siapa itu, ada ga yg nemenin saya marah? Kalo ga ada, coba bayangin saya marah sendirian dalam kereta. Bisa ditimpukin penumpang segerbong saya. Kalo pun ada temen marah saya kuatir nanti justru kami yg marah trus teriak2 riuh, beuh ini tambah menyeramkan. Bisa2 disangka ada bom dalam gerbong. Emangnya ini film Speed apa. Iya kalo bintang filmnya Sandra Bulock mending, lha ini Pada Bulok.”

“Apa tu mas?”, tanya saya pada orang aneh yg kemudian memasukan mushafnya ke saku. “Itu lho Apa Daya jadi Bujang lokal”. Apa hubungannya ya. “Ya namanya bujangan kemana mana tak ada yang melarang. Jadilah ia lelaki yang begitu gundah menunggu wanita. Jadinya ia mencari perhatian wanita. Termasuk membuat kerusuhan di dalam kereta”. Wooo…batin saya.

“Trus bingung marah kepada siapa maksudnya apa mas?”. “Haduuu…mas ini aneh deh”. Woo…ni orang sudah saya cap aneh malah ngatain saya aneh. “Coba bayangin kalo saya marah sama kaca kereta. Orang-orang pasti mengira saya sedang latihan akting. Mending dianggap akting, kalo dibilang gila…waa jatuh martabak saya”. Martabat. “Iya martabat. Tadi saya bilang apa?”
“Coba bayangkan, kalo saya marah2 kepada mas. Ga jelas kan? Sama seperti saya ga jelas mau marah kepada siapa. Trus mas ga terima saya marahi ga jelas. Trus mas tonjok saya. Trus saya pukul balas. Lhaa jadi pertumpahan darah nanti.” Rupanya benar, orang ini aneh batin saya.

Saya sendiri setelah nulis ini juga merasa aneh. Tadi kan mau cerita perbincangan anak gha0L tentang mbak Gagang. Kok malah saya cerita fragmen yang lain. Ah…lain waktu kali saya ceritanya. Wong kereta saya sudah sampai stasiun Depok Lama.

#masih punya PR mbak Gagang nih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: