Sibuk dengan Parliamentary Threshold

Published April 11, 2012 by pembawacerita

Ada setidaknya dua kabar penting hari ini. Pertama, terjadi gempa di barat Sumatera dengan kekuatan 8,5 SR. Rasanya belum lama saya meniti jejak tsunami. Ketika itu saya sedang honeymoon dengan secret admirer yang akhirnya menjadi pendamping hidup saya. Kami ke Kapal Apung, kapal pembangkit yang terseret tsunami hingga ke daratan. Keperkasaan tsunami memang meninggalkan ingatan yang tak mudah lekang.

Maka wajar sebagian besar warga barat Sumatera trauma dan panik menyelamatkan diri ketika terjadi guncangan 8,5 SR sore tadi. Siapa yang menenangkan mereka? Siapa yang responsif dengan keadaan mereka? Apakah presiden tau situasi hiruk pikuk kepanikan rakyat yang memilihnya? Apakah anggota Dewan yang terhormat langsung memonitor perkembangan konstituennya di wilayah gempa?

Sampai saya naik KRL malam ini, saya tidak menjumpai berita perhatian mereka. Semoga saya memang tidak menemukan beritanya tapi di lapangan bencana utusan para pejabat itu telah bergerak cepat untuk mewakilinya. Semoga pikiran positif saya itu membunuh prasangka buruk saya.

Jauh dari lokasi bencana saya membaca berita kedua, sidang paripurna yang membahas Amandemen UU Pemilu. Diantaranya membahas parliamentary threshold yang konon kabarnya telah disepakati dalam forum lobi sebesar 3,5%. Pada forum ini para anggota dewan sedang sibuk membahas ‘tata cara’ mencalonkan diri menjadi pejabat. Semoga diantara kesibukan itu mereka tahu bahwa di barat Sumatera sedang ada bencana. Saya sendiri bertanya-tanya, mengapa mereka begitu sibuk dengan upaya mencari atau mempertahankan jabatannya. Padahal jabatan yang mereka cari itu sebenarnya beban bagi mereka. Saya pun tak banyak tahu apakah mereka tahu bahwa permasalahan bangsa ini hanya bisa diselesaikan dengan pertolongan Alloh. Tapi yang jelas hari ini pemimpin-pemimpin saya sedang sibuk dengan parliamentary threshold untuk Pemilu yang masih 2 tahun lagi.

Ah, saya memang tidak banyak tahu mengenai begituan. Tapi boleh lah saya berharap semoga pemimpin saya bukanlah pemimpin yang lahir dari proses mencalonkan diri. Pemimpin yang dicalonkan dan dibai’at rakyatnya agar dekat dengan pertolongan Alloh.

Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Samurah r.a, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda kepadaku, ‘Wahai Abdurrahman, janganlah engkau meminta jabatan pemerintahan, sebab apabila engkau diberi jabatan itu karena engkau memintanya maka jabatan tersebut sepenuhnya dibebankan kepadamu. Namun apabil jabatan tersebut diberikan bukan karena permintaanmu maka engkau akan dibantu dalam melaksanakannya’,” (HR Bukhori [7147] dan Muslim [16522]).

#KRL Jakarta-Bogor

One comment on “Sibuk dengan Parliamentary Threshold

  • Bencana di Barat Sumatera dan keglamouran di arena parliamentary threshold, memang dua sisi yang berseberangan! Jadi, saya yakin, yang sibuk adu argumen mempertahankan kekuasaan melalui parliamentary threshold, akan tidak ada waktu untuk mendengarkan gempa yang menggoncang Wilayah sekitar Aceh Darussalam hingga mendekati Kota Medan! Beruntungnya, mereka para Anggota Dewan Yang Terhormat, memiliki “staf akhli” yang pastinya akan ditugaskan untuk monev goncangan gempa 8,5 SR; kemudian, besok pagi, mereka akan “berkoar-koar” dengan keprihatinan mendalam serta memproklasik jutaan “amal shodaqoh” dari kocek masing (siasanya dikatakan dari kocek pribadi!).

    Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi kita semua, Amin.

    Btw. kisah panjang saat “traveling” Desember 2004 dahulu, bukan hanya membekas di blog ini, namun, sekalipun hanya membaca, di benak saya ini sering membayangkan kiprah Anda bersama buah hati nan sekarang sudah punya momongan.

    Salam sahabat, God bless you, Brada…

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: