Khutbah Jumat, Ramadhan Momentum Berdoa

Published Juli 22, 2011 by pembawacerita

Sidang Jumat yang dirahmati Allah

Kurang dari dua pekan lagi insya Allah kita akan bertemu dengan Ramadhan. Bulan mulia yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an, anugerah terindah dari Allah bagi umat Islam sebagai petunjuk ketakwaan. Melalui Ramadhan pula kita umat Islam dilatih dan dididik agar menjadi manusia yang bertakwa. Al Qur’an pun apabila diringkas, inti pelajarannya adalah takwa. Setiap cerita tentang kiamat, tujuannya untuk meningkatkan ketakwaan. Setiap cerita tentang para nabi, juga bertujuan takwa. Cerita tentang hidup, mati, surga, dan neraka juga untuk meningkatkan ketakwaan. Segala perintah dan larangan pun tujuan utamanya adalah bertakwa. Karena dengan ketakwaan itulah kita umat manusia akan mencapai derajat yang paling tinggi dan diampuni dosa-dosa kita oleh Allah SWT. Pelajaran dari Nabi Nuh untuk kita renungi diabadikan dalam Al Qur’an:

2.  Nuh berkata: “Hai kaumku, Sesungguhnya Aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu,

3.  (yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku,

4.  Niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu[1516] sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila Telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu Mengetahui”.

Melihat pelajaran berharga dari ketakwaan itu, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan sebagaimana yang telah Allah perintahkan dalam Surat Ali Imran ayat 102:

102.  Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

 

Jamaah jumah rahimakumullah

Puasa di bulan Ramadhan merupakan kewajiban sekaligus anugerah bagi orang-orang yang beriman. Secara khusus Allah memanggil orang-orang yang beriman untuk menjalankan puasa agar menjadi manusia yang bertakwa. Rangkaian ayat dalam AlQuran yang menjelaskan puasa diawali dengan tujuan ketakwaan dan diakhiri dengan tujuan takwa pula. Dalam  Surat Al Baqarah ayat 183  Allah berfirman:

183.  Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

Selanjutnya pada akhir ayat 187 Allah kembali menegaskan:

187.  ……Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

Perlu kita ketahui bahwa ditengah-tengah runtutan wahyu tersebut terdapat materi yang tidak mengenai puasa. Pada ayat 186 Allah berfirman:

186.  Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Ayat ini merupakan pernyataan dari Allah yang begitu lembut, sangat halus, ramah dan penuh kasih sayang. Ayat itu menunjukkan betapa Allah memahami tabiat manusia. Manusia memiliki banyak keinginan, kebutuhan, dan menanggung beban dalam hidupnya. Namun manusia begitu lemah untuk mencapai segala keinginan, kebutuhan dan menyelesaikan beban hidupnya itu. Hingga manusia pun tak bisa hidup tanpa pertolongan. Dalam kondisi seperti itu, Allah menyapa manusia dan menawarkan pertolongan kepadanya. Maka kepada siapa lagi manusia akan meminta pertolongan selain kepada Allah.

Allah sangat mencintai orang-orang yang berpuasa sehingga Allah meletakkan ayat yang tidak mengenai puasa itu diantara ayat-ayat tentang puasa.

Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Allah azza wa jalla telah berfirman: Seluruh amal manusia adalah miliknya, kecuali puasa. Puasa adalah milik-Ku, dan Aku yang akan memberinya balasan khusus. Puasa adalah perisai neraka. (HR Muslim)

Dalam teks yang lain diriwayatkan oleh Bukhari:

“Dia meninggalkan makan, minum dan syahwat karena mencari keridhaanKu. Puasa adalah milik-Ku, dan Aku yang akan membe­rinya balasan khusus. Sedang kebaikan akan mendapat pahala sepuluh kali lipat.”

Itulah kabar gembira bagi kita yang akan menyambut bulan Ramadhan dan akan menjalankan puasa pada bulan mulia itu. Kabar gembira yang disisipkan Allah dalam perintah puasa agar kita tidak kehilangan momentum berharga untuk meminta pertolongan dan memanjatkan doa kepada Allah. Apapun doa yang kita inginkan. Karena orang yang sedang berpuasa adalah orang yang paling dekat untuk dikabulkan doanya. Sebagaimana Ibnu Majah meriwayatkan dari Ibnu Umar ra, dia berkata “Nabi SAW bersabda: Orang yang berpuasa itu mempunyai doa yang tidak ditolak pada waktu berbuka”.

 

Sidang Jumat Rahimakumullah

AlQuran telah memberikan pelajaran dan hikmah bagi kita, bagaimana para nabi dan Rasul Allah berdoa penuh harap dan dikabulkan doanya itu oleh Allah.

 

Kisah yang pertama adalah Doa Nabi Ayyub as

Nabi Ayyub as pada mulanya dianugerahi oleh Allah kekayaan yang berlimpah dan anak yang banyak. Namun karena iblis berdoa kepada Allah bahwa ketakwaan Nabi Ayyub itu didasarkan atas kekayaannya maka Allah menguji Nabi Ayyub dengan ujian yang bertubi-tubi. Satu persatu anak-anaknya meninggal. Satu persatu kebun tanamannya terbakar. Sampai Nabi Ayyub pada puncak kefakiran dan masih diuji dengan penyakit parah yang menimpanya. Maka Nabi Ayyub berdoa kepada Allah dan doa ini diabadikan dalam Al Qur’an Surat Al Anbiya ayat 83:

83.  Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), Sesungguhnya Aku Telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”.

Inilah kisah yang berharga bagi kita. Tentulah kita dapat mencontoh doa Nabi Ayyub ini. Apalagi pada saat kita sedang sakit. Separah apapun penyakit kita. Dengan keyakinan yang tinggi bahwa Allah akan menyembuhkan penyakit maka insya Allah, Allah akan mengangkat penyakit itu sebagaimana Allah melenyapkan penyakit Nabi Ayyub as. Kisah ini pun diabadikan dalam ayat selanjutnya:

84.  Maka kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.

 

Hadirin sidang Jumat yang imuliakan Allah

Kisah yang kedua mengenai Doa Nabi Yunus as

Kisah yang terkenal dari Nabi Yunus as adalah pada saat beliau ditelan ikan di samudera. Seorang manusia yang hidup dalam perut ikan tentulah merasakan betapa kematian begitu dekat, betapa udara begitu pengap, betapa suasana begitu gelap. Ketika manusia berada begitu dekat dengan kematian, maka itulah puncak kesulitan yang dirasakannya. Namun dalam kondisi bagai telur iujung tanduk tersebut, Nabi Yunus as tidak berputus asa. Beliau berdoa yang doanya diabadikan dalam Surat Al Anbiya ayat 87:

87.  Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), Maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap[yaitu didalam perut ikan, di dalam laut dan di malam hari]: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, Sesungguhnya Aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

Lantas Allah mengabulkan doa Nabi Yunus as tersebut sebagaimana dikisahkan dalam ayat berikutnya, Surat Al Anbiya ayat 88

88.  Maka kami Telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. dan Demikianlah kami selamatkan orang-orang yang beriman.

Kisah ini mengajarkan bagi kita bahwa dalam kesulitan apapun, dalam kesedihan apapun, ketika kedukaan yang mendalam janganlah kita berputus asa. Tentulah amat baik bagi kita untuk mencontoh doa Nabi Yunus tersebut.

 

Sidang Jumat Rahimakumullah

Kisah selanjutnya mengenai Doa Nabi Zakaria as

Setiap manusia pasti mendapatkan ujian dari Allah apalagi nabi dan rasul, orang yang dipilih Allah untuk membawa risalah kebenaran. Demikian pula dengan Nabi Zakariya as yang diuji Allah dengan kemandulan. Nabi Zakariya semakin renta termakan usia demikian pula istrinya juga sudah tua dan mandul. Namun sebagaimana ketabahan para rasul, Nabi Zakariya memanjatkan doa. Seolah-olah dia menghampiri Tuhannya, dengan suara lembut penuh ketundukan ia mengadu kepada Tuhannya, bermunajat dengan rasa malu karena meminta kebutuhan duniawi kepada Allah. Kisah ini diabadikan dalam Surat Al Anbiya ayat 89:

89.  Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan Aku hidup seorang diri[968] dan Engkaulah waris yang paling Baik[969].

Kegigihan Nabi Zakariya dalam berdoa pun diabadikan lagi pada Surat Maryam ayat 3-6, Ia berkata pelan penuh kelembutan:

3.  Yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.

4.  Ia Berkata “Ya Tuhanku, Sesungguhnya tulangku Telah lemah dan kepalaku Telah ditumbuhi uban, dan Aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, Ya Tuhanku.

5.  Dan Sesungguhnya Aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, Maka anugerahilah Aku dari sisi Engkau seorang putera,

6.  Yang akan mewarisi Aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, Ya Tuhanku, seorang yang diridhai”.

Bahkan Nabi Zakariya as memperkuat permohonannya dan berdoa kembali kepada Allah yang lagi-lagi doanya diabadikan dalam Al Qur’an. Surat Ali Imran ayat 38 berkisah:

38.  Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah Aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”.

Nabi Zakariya berdoa dengan penuh harap dan khusyu hingga ia menangis. Lalu datanglah malaikat Jibril yang mulia menyampaikan firman Allah kepadanya dengan suara yang lembut. Malikat itu berkata,“Hai Zakariya, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (memperoleh) seorang anak yang namanya YAHYA, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia” (Maryam:7)

Malaikat memanggil Zakariya yang tengah berdiri shalat di mihrabnya, “Sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepada kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi yang termasuk keturunan orang-orang shaleh” (Ali Imran:39)

Nabi Zakariya terkejut, dan sangat gembira dan senang. Namun ia bertanya heran:
“Bagaimana akan ada anak bagiku, padahal istriku mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sudah tua” (Maryam:8 dan Ali Imran:40)

Malaikat menjawab kepada Zakariya, “Demikianlah, Dia berfirman, “Hal itu adalah mudah bagi-Ku, dan sesungguhnya telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal kamu (diwaktu itu) belum ada sama sekali. (QS. Maryam (19): 9) Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya” (Ali Imran:40)

 

Sidang Jumat yang dimuliakan Allah

Demikian hebat pengaruh doa hingga dikisahkan berkali-kali di dalam Al Quran. Dan sesungguhnya doa-doa yang ada dalam AlQuran tersebut menjadi petunjuk bagi kita, menjadi harapan bagi kita, menjadi solusi bagi kita. Dikala kita diuji oleh Allah dengan sakit, maka ingatlah doa Nabi Ayyub. Ketika kita berada dalam kesulitan, kesedihan dan duka yang mendalam, ingatlah doa Nabi Yunus . Dan saat kita mengharapkan dikaruniai seorang putra, ingatlah untaian doa yang dipanjatkan Nabi Zakariya. Selain itu tentu masih banyak doa-doa lain yang sangat bermanfaat bagi kita dalam Al Quran. Kisah-kisah doa yang diabadikan dalam Al Quran itu memberikan semangat bagi kita agar tidak berputus asa, tetap optimis dan menggantungkan harapan kepada Allah melalui untaian doa kita.

Ad du’a, silahul mukmin, wa ‘imadud diin, wa nuurus samaawaati

Doa adalah senjata orang beriman, tiangnya agama, dan cahaya langit

 

*khutbah kedua saya di Masjid At Taubah, Gardenia-GDC

 

4 comments on “Khutbah Jumat, Ramadhan Momentum Berdoa

  • terimaksih atas materi-materi khutbah yang ada dandpt membantu kami dalam mengemban amanah untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan umat muslim di daerah kami, semoga kita akan diberi Allah Rahmat yang melimpah dan halal, amin

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: