Semangat Haji…(barrier 3 Biaya)

Published Juni 3, 2011 by pembawacerita

Seorang kawan perempuan bertanya,”Mas kalo perempuan haji gimana?”. Sekali lagi, sebenarnya saya bukan ahli fiqh, namun saya merasa perlu menjawab dengan sedikit pengetahuan yang saya punya. “Perempuan tetap wajib haji, namun hajinya harus di temani suami atau mahromnya”. Jawaban saya itu tiak lain setelah membaca ada seorang sahabat yang menyatakan keinginannya berperang bersama Rasulullah ketika istrinya hendak pergi haji. Namun, Rasulullah bersabda,”Pergilah, lalu temanilah istrimu dalam melakukan haji” (HR. Bukhari dan Muslim). Bahkan beberapa tabi’it tabi’in berpendapat bahwa perempuan yang tidak memiliki mahrom termasuk orang yang tiak dijadikan mampu oleh Allah.

“Wip, biaya haji buat sendiri saja berat, apalagi dengan istri bisa ga terkumpul-kumpul biaya hajinya”. Hohoho…tenang kawan jangan berputus asa, La tahzan innallaha ma’anna. Tak ada permasalahan yang Allah tidak menciptakan jalan keluarnya. Kita hanya perlu pengetahuan dan tekad untuk mencari jaan keuar itu. Demikian juga halnya dengan biaya haji.

“Kalo ngutang dari koperasi gimana mas?”, lanjut yang lain. “Tidak boleh”, persis jawaban saya itu seperti jawaban Rasulullah saat ditanya Abdullah bi Aufa ra mengenai seseorang yang belum mampu haji, lalu meminjam uang untuk melaksanakannya. Belum lagi ketidakpastian risiko riba dari pinjaman itu. Kyaa…lantas gimana dong?

Kali ini sedikit saya ingin sharing mengenai persiapan biaya, yang telah saya ketahui selama ini. Terdapat berbagai pilihan untuk untuk mepersiapkan biaya haji, diantaranya:

  1. Menabung Sendiri

Pilihan ini lebih simpel. Menabung. Baik dilakukan dengan tabungan haji atau tabungan yang lain. Hanya saja, dengan tabungan haji kita menjadi lebih disiplin karena tabungan haji tidak bisa diambil kecuali untuk keperluan haji (menurut sepengetahuan saya). Tentu saja pilihan ini adalah awal dari semua pilihan. Hanya saja menabung sangat dipengaruhi oleh berapa kemampuan, kemauan dan kedisiplinan menabung kita. Ada orang yang gajinya 10 juta per bulan, tapi hanya mampu nabung haji 500ribu. Ada juga orang yang gajinya 5 juta dan mau menabung haji 1 juta per bulan.

  1. Dana talangan

Pilihan ini memanfaatkan dana talangan yang disediakan Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Maaf saya menggunakan istilah LKS bukan bank, karena saya khawatir nanti ada yang membaca bank apa saja. Sehingga  bisa memakai bank konvensional yang penuh dosa riba (naudzubillah).

Dana talangan lebih berfungsi untuk mendaftar antrian. Kebanyakan orang kesulitan mengumpulkan 25 juta untuk mendaftar antrian. Dengan adanya dana talangan itu, seseorang bisa mendaftarkan antrian dengan ana talangan dari LKS. Waa…berarti ngutang juga dong…tenang ada beberapa penjelasan untuk ini.

Dana talangan ini menggunakan sistem upah (ujrah) dan pinjaman tanpa bunga (Qardh). Pinjaman (Qardh) harus dilunasi dalam jangka waktu tertentu sesuai akad, misalnya dua tahun. Adapun keuntungan LKS adalah sejumlah upah (ujrah) yang telah disepakati antara LKS dengan nasabah pengguna dana talangan. Bedanya apa dengan pinjaman koperasi atau bank? Upah (ujrah) dalam dana talangan tidak boleh didasarkan pada nilai pinjama. Jadi, bukan bunga kan. Sip, cukup sampai disini dulu filosofisnya. Jika ingin membahas lebih detil dasar fatwanya, monggo disedot dari situs MUI, tinggal di-search mengenai Fatwa DSN MUI tentang Pembiayaan Pengurusan Haji LKS, Pembiayaan Ijarah, dan Al Qardh.

Secara teknis di LKS, kita tetap perlu menyiapkan uang sebagai initial outlay yang teriri dari Uang Muka, upah LKS (ujrah), kas untuk membuka tabungan dan biaya meterai. Kita membutuhkan uang 25 juta agar bisa didaftarkan antrian. Namun tidak semua uang 25 juta itu ditalangi LKS. Jika kita butuh ana talangan 20 juta berarti kita harus menyerahkan uang muka sebesar 5 juta. Jadi dana talangan ditambah uang muka kita sama dengan biaya DP haji sebesar 25 juta. Selanjutnya tinggal dinegosiasikan dengan LKS berapa nilai upah (ujrah) untuk LKS. Kemudian untuk mengangsur pinjaman kita perlu membuka rekening pada LKS tersebut. Dengan demikian untuk mendapatkan dana talangan sebesar 20 juta maka butuh duit awal kira-kira sebesar 7,5 juta (uang muka 5 juta, asumsi upah/ujrah 2 juta, kas untuk membuka tabungan dan biaya meterai 500 ribu). Jadi untuk Depok jika kita menggunakan dana talangan dapat mendaftar tahun 2011 ini dan insya Allah berangkat haji tahun 2014.

Lantas bagaimana jika kita tidak melunasi dalam jangka waktu sesuai akad (misalnya dua tahun)? Ya tentu antrian kita akan diundurkan ke tahun berikutnya. Untuk info lebih lanjut, silakan hubungi LKS terdekat. Hehehe…

  1. Investasi

Pilihan ini sebenarnya tidak jauh beda dengan pilihan menabung. Hanya saja instrumen yang digunakan aalah investasi, bukan tabungan. Investasi apa? Menurut saya yang paling mudah dan menguntungkan adalah investasi emas. Misalnya Logam mulia. Pergerakan emas memang menggiurkan. Misalnya saja kita punya uang 10 juta dan prediksinya bisa menabung sebesar 1 juta per bulan. Jika uang 10 juta itu kita belikan emas 25 gram, maka dalam jangka waktu 15 bulan insya Allah nilai emas bisa melebihi 10 juta. Jika menggunakan trend Januari-Juni 2011, nilai emas 25 gram itu sudah naik 1 juta.

Investasi emas bisa juga menggunakan dinar. Berdasarkan pengalaman, biaya haji sudah cukup dengan 25 dinar. Untuk masalah harga dinar ini silakan menghubungi saudara saya, Dino Yudha Anindita.

_____

Semua pilihan ada konsekuensinya. Misalnya pilihan menabung sendiri, menurut saya pilihan itu sangat cocok untuk orang-orang yang dalam jangka waktu dekat (satu tahun misalnya) bisa mengumpulkan DP haji. Jika terus menerus menabung sendiri dengan nilai tabungan yang rendah, maka risikonya adalah waktu pelaksanaan haji tidak dapat ditargetkan. Pilihan dana talangan memang sangat cocok untuk orang yang sudah memiliki target waktu haji dan didukung kemampuan finansial bulanan sesuai angsuran. Dana talangan menjadi solusi agar kita dapat mengantri lebih cepat. Namun, kita dibebani senilai upah (ujrah) dana talangan tersebut. Pilihan investasi sangat cocok untuk orang yang penghasilannya naik turun. Dengan menabung sampai dengan nilai investasi, kita bisa menerima buah investasi dengan keuntungan berupa tanggungan biaya DP haji yang lebih rendah. Namun risikonya adalah kita membutuhkan tempat yang aman untuk investasi emas itu.

Lebih khusus untuk investasi, saya tidak menyarankan investasi dalam bentuk saham, reksadana atau lainnya. Saya melihat perkembangan pasar saham dan reksadana yang fluktuatif seperti saat ini kurang sejuk jika digunakan untuk tujuan persiapan DP haji. Dan tentu saja saya ucapkan selamat bagi pemiliki investasi yang dapat ditransform menjadi DP haji. Banyak orang-orang di kampung saya yang jual tanah untuk pergi haji.

Semoga bermanfaat….

Wallahu’alam…

One comment on “Semangat Haji…(barrier 3 Biaya)

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: