Semangat Haji…(barrier 1 Antrian, Reguler ataukah Plus)

Published Juni 1, 2011 by pembawacerita

27.  Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus[984] yang datang dari segenap penjuru yang jauh,

28.  Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang Telah ditentukan[985] atas rezki yang Allah Telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak[986]. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.

Noted:

[984]  Unta yang kurus menggambarkan jauh dan sukarnya yang ditempuh oleh jemaah haji.

[985]  Hari yang ditentukan ialah hari raya haji dan hari tasyriq, yaitu tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.

[986]  yang dimaksud dengan binatang ternak di sini ialah binatang-binatang yang termasuk jenis unta, lembu, kambing dan biri-biri.

Ingatan saya melayang ke dimensi waktu satu atau dua tahun yang lalu. Saya bertemu dengan seorang kawan, Ari begitu dia dipanggil, yang membangkitkan semangat haji saya. Dengan riangnya kawan saya ini bergurau, “Bener kan Wip, jangan sampai haji itu menjadi rukun Islam yang ke tujuh, setelah rumah dan mobil”. Kyaa…saat itu kami berdua ngakak. Saya sendiri tidak mengambil makna gurauan itu begitu adanya. Karena mencerna gurauan itu apa adanya akan menimbulkan perdebatan yang menghabiskan potensi. Capek jadinya.

Namun, (ups…ini masih terpengaruh gaya penulisan selingkung, kata ‘namun’ selalu di awal kalimat)…saya lebih suka mengambil semangat dari gurauan itu. Benar, semangat menunaikan ibadah haji. Ibadah yang sangat utama. Karena pahalanya tidak lain adalah surga. Bahkan tidak sedikit balasan ibadah haji di dunia. Saya tidak pernah menjumpai orang yang pulang dari ibadah haji lantas jatuh miskin atau terhina hidupnya. Ini adalah kenyataan yang saya ketahui. Bukan cerita sinetron yang mengada-ada seenak imajinasi sutradara yang sering menceritakan sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan. Hati-hati dengan sinetron seperti itu, karena bisa menyesatkan dan membawa kita pada kekafiran. Betapa tidak, Allah telah menjanjikan melalui lisan Rasul-Nya “(Pahala) biaya haji seperti (pahala) biaya berjihad di jalan Allah, yaitu satu dirham dilipatgandakan hingga 700 kali lipat” (HR.Ahmad, Kitab Fiqh Sunnah, jilid 2 hal.180). Sungguh investasi yang sangat menguntungkan.

High risk, high return. Begitu aksioma manajemen keuangan yang menurut saya berlaku pula untuk pahala haji. Jika kita menginginkan balasan investasi yang menguntungkan dari ibadah haji, maka kita juga harus mempersiapkan biaya, ilmu dan raganya. Setidaknya itulah urutan action plan saya. Segera direncanakan dan segera direalisasikan. Tak salah Rasulullah menuntunkan sebagaimana diriwayatkan Ibnu Abbas ra. “Barang siapa yang ingin melakukan haji, maka bersegeralah untuk melakukannya; karena bisa jadi seseorang akan sakit, sebuah kendaraan akan hilang, atau kebutuhan lain akan bermunculan”.

Termasuk dalam barrier menyegerakan ibadah haji adalah daftar antrian haji. Alhamdulillah saya bersyukur tinggal di Depok, yang antrian kuota hajinya 3 tahun. Dan sepertinya saudara-saudara yang di Kabupaten Bogor lebih bersyukur lagi, karena info yang saya dapat hanya perlu waktu 2 tahun antrian. Coba saja saudara-saudara kita di Jawa Timur, di Trenggalek misalnya harus ngantri 9 tahun. Artinya jika kita daftar di Jawa Timur pada tahun ini, maka kita baru berangkat tahun 2020 nanti. Bismillah, saya akan daftar tahun ini dan insya Allah akan berangkat pada tahun 2014.

Informasi tersebut memang hanya untuk haji reguler, bukan haji plus. Namun terdapat kebaikan haji reguler dibanding haji plus. Haji reguler lebih lama di Mekah/Madinah dibanding haji plus. Ini adalah keuntungan yang paling utama menurut saya. Memang ada kelemahannya misalnya penginapan yang lebih jauh dari Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Selain itu, dari segi biaya bagi saya yang terjangkau terlebih dahulu adalah haji reguler. Cukup dengan uang 25 juta per orang kita bisa mulai antrian. Nanti pada tahun pemberangkatan kita harus melunasi 5 juta lagi. Jadi kita hanya butuh 30 juta untuk berangkat melaksanakan kewajiban haji.

Jika haji plus tentu harganya lebih mahal. Saya tidak mengupdate harga untuk haji plus. Info terakhir yang saya dapat dari salah berapa (bukan hanya salah satu) biro perjalanan haji, calon haji plus butuh biaya sekitar 80 juta. Tentu saja sebanding dengan fasilitasnya, misalnya penginapan yg sangat dekat dengan Masjiil Haram. Bahkan kata dosen pembimbing skripsi saya (Bpk. Muhtar Yahya, semoga Allah memuliakannya) beliau keluar penginapan sudah di depan pintu Masjiil Haram. Artinya sangat mudah untuk mendapatkan keutamaan sholat fardhu setiap waktu di Masjidil Haram. Namun demikian kelemahan haji plus adalah waktunya yang lebih singkat dibanding haji reguler.

Lantas mana yang saya pilih? Bismillah saya memilih haji reguler. Saya memiliki beberapa alasan untuk menetapkan pilihan itu. Saya percaya diri karena masih muda maka insya Allah secara fisik mampu mengejar keutamaan ibadah fisik di sana. Memang risiko penginapan yang jauh harus disiasati. Seperti pengalaman Bapak dan Ibu saya (semoga Allah memberinya surga), beliau membawa uang saku real wahid (mata uang arab satuan) sangat banyak dari Indonesia. Sehingga setiap kali naik angkot uang receh sudah siap sedia. Mengapa real wahid perlu disiapkan jauh hari dari Indonesia? Karena untuk mendapatkan uang recehan ini agak sulit an jumlahnya terbatas. Info dari teman kantor (haiyah…eselon 3 kok ya dibilang teman), sebenarnya banyak money changer di Arab dengan nilai kurs yang kompetitif untuk menukar rupiah dengan real. Namun, beliau kurang tahu informasi ketersediaan recehan real wahid.

Selain itu tantangan penginapan yang agak jauh dari Masjidil Haram, tetap memiliki keutamaan. Tak kuasa saya membayangkan betapa banyak kebaikan yang Allah berikan dan keburukan yang Allah hapus pada setiap langkah kaki saya nanti di sana. Memang Islam itu indah, selalu ada hadiah menunggu ibadah (pahala menunggu ibadah maksudnya).

Semoga action plan ini berjalan lancar…Insya Allah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: