Ada Perempuan Dibalik Kesuksesan

Published Desember 20, 2010 by pembawacerita

Aku teringat sebuah masa, ketika seorang anak muda mengembara meninggalkan pelukan orang tuanya. Kurang lebih 9 tahun lalu. Dia menginjakkan kakinya di atas tanah Jurang Mangu untuk memulai fase kehidupannya yang lain.  Hari demi hari membawanya menjumpai ujian-ujian dengan kecemasan. Dan kecemasan yang paling membuatnya tidak tenang adalah ketika harus meninggalkan kampusnya karena Drop Out. Bayang-bayang kecemasan itu selalu menghantui mahasiswa-mahasiswa kala itu bahkan disetiap semesternyya. Semester pertama ada yang buru-buru meninggalkan kampusnya. Semester kedua menyusul beberapa orang lainnya. Semester ketiga, sebuah masa yang begitu banyak memisahkan kebersamaan anak muda itu dan teman-temannya. Rekor! Begitu ungkapan masa itu.

Jauh dari tempat anak muda itu berada, ada rumah yang hampir setiap hari mendengar keluh kesahnya. Bapaknya selalu memberikan semangat padanya. Ibunya yang sering turut lemas ketika mendengar ceritanya melepas teman-temannya yang ‘lulus’ mendahuluinya. Ibunya yang mendoakan siang dan malam, dalam sujudnya, doa setelah sholatnya, qiyamullailnya, tak lepas dari doa yang mengharapkan anak muda itu tetap giras dan terhindar dari Drop Out. Ada juga neneknya yang menerima bagian keprihatinan demi anak muda itu. Seorang nenek yang tak kenal lelah berpuasa agar setiap kali menjelang berbuka ia mendapatkan waktu yang mustajabah untuk berdoa. Dan mendoakan anak muda itu agar terhindar dari Drop Out dan berhasil lulus dengan baik. Anak muda itu tidak akan pernah melupakannya. Tiga orang yang begitu dekat, menerima bagian kecemasannya, dua diantaranya adalah perempuan. Dan empat tahun silam, sang nenek telah mendahuluinya setelah anak muda itu lepas dari kecemasan Drop Out. Nenek yang luar biasa.

Selanjutnya dalam rentang waktu dan cerita yang berbeda, ada kecemasan pada para pecinta bola Indonesia. Kecemasan yang sebenarnya lebih mengharapkan kemenangan dalam pertandingan Tim Nasional Indonesia. Ini sangat dimaklumi karena telah sangat lama negeri ini tidak mencicipi gelar juara sepak bola diajang apapun. Hingga datang secercah harapan ketika Timnas berlaga sempurna tanpa terkalahkan, tanpa ada yang mengimbangi dan meraih angka maksimal dalam Piala AFF 2010. Keberhasilan itu tak lepas dari permainan indah dari seniman bola Timnas. Dan tentu saja, berkah yang Allah berikan.

Diantara keberhasilan Timnas melaju ke Final dengan sempurna, ada cerita-cerita perempuan dibalik kesuksesan. Eva Siregar misalnya. Pendamping hidup Sang Pembobol gawang Neil Etherige, benteng terakhir Tim Filipina. Istri Cristian “El Loco” Mustafa Habibie Gonzales. Penyerang Timnas yang namanya digadang-gadang setelah membawa Timnas melaju ke Final dengan dua golnya ke gawang Filipina. Juga pencetak gol yang membangkitkan moral Timnas ketika tertinggal 0-1 dari Malaysia pada fase penyisihan Grup. Keberhasilan El Loco, tak lepas dari peran seorang perempuan. Eva Siregar yang terus mendukung El Loco. Dia pula yang mengajak shalat tahajud dan mendoakan suaminya agar bisa tampil bagus dan memberikan kemenangan untuk Indonesia.

Muhammad “Markus” Haris Maulana, begitu nama indah yang mengganti nama lahirnya Markus Horison Ririnha sejak keputusan hijrahnya pada Agustus 2009. Markus adalah benteng terakhir Timnas yang hingga saat ini mampu mejaga gawang Timnas hingga hanya kebobolan 2 gol. Perannya pun tak lepas dari seorang perempuan, yaitu istrinya, Kiki Amalia. Beberapa media mengabarkan bahwa istri Markus berpuasa dan berdoa agar penampilan suaminya tetap terjaga, terhindar dari kesalahan-kesalahan ketika bermain, terhindar dari cedera demi kemenangan Timnas Indonesia.

Ahmad Bustomi pun meninggalkan cerita peran perempuan dalam kesuksesan. Sarmiati, seorang ibu yang mendidik Ahmad Bustomi sampai kapanpun. Beliau menceritakan bagaimana pengorbanannya dengan menjual perhiasan agar anaknya, Bustomi kecil, bisa membeli sepatu bola. Pengorbanan itu pula yang membawa keberkahan-semoga Allah senantiasa melimpahkan kebahagiaan kepada para ibu-yang dinikmati Bustomi, bahkan seluruh pecinta bola di Indonesia.

Tak sulit rasanya untuk menyimpulkan…bahwa memang ada peran perempuan dibalik kesuksesan. Semoga peran ini tak lekan zaman dan terus membawa kebaikan dan keberkahan. Amin

sumber gambar.

6 comments on “Ada Perempuan Dibalik Kesuksesan

  • Emmm… .
    Terlepas dari segala kisruhnya, kami setuju dengan pengantarnya… . demikian menyentuh dan mengingatkanku akan bapak-ibu dirumah… . Wipy selepas menulis komentar ini, Kami langsung telepon ke rumah… .sudah lewat 3 bulan kami belum mudik lagi… . terus terang kangen ngomah critane ki… .

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: