Omong Kosong Amerika dalam Pencegahan Kecurangan Finansial

Published Januari 2, 2009 by pembawacerita

Berita hari ini memberitahukan bahwa Amerika menjadi biang penolakan atas desakan negara-negara Arab agar PBB segera mengeluarkan resolusi perdamaian atas konflik Israel-Palestina. Juru bicara Amerika itu bilang bahwa desakan Negara-negara Arab tidak seimbang, karena mengusulkan melarang Israel meluncurkan roket, tapi tidak melarang Mujahid Hamas di sisi selatan untuk menghentikan peluncuran roket. Perwakilan AS di PBB itu tadi, si Zalmay Khalilzad, membela langkah Israel menyerang Gaza. Katanya “Saya menyesalkan nyawa-nyawa orang tak berdosa melayang. Namun ini karena Hamas melontarkan roket-roketnya”. Dan saya bilang, roket Hamas gundulmu cepot! Itu orang otaknya di bawah alas kaki kali ya. Ga bisa menghitung roket siapa yang melayang. Pendapat Khalizad itu diamini oleh Kedubes Israel. Menurut dia Israel menyerang Palestina karena Hamas menembakkan roket ke Israel.

Ghawzul fikr…!!! Grr…Ga ingat apa kalo Amerika memiliki sederet catatan busuk berupa kecurangan financial.

Hm…kemarin sore sempat ngobrol ga jelas sama Henderi. “Hend, kalo besuk pas munashoroh teriak-teriak ‘hentikan adopsi terhadap FASB’ gimana?”. “Masuk akal sih mas, tapi kayaknya salah tempat deh”. Nah biar ga salah tempat, masalah keuangan Amerika aku tulis aja disini.

***********

Sedari dulu di Amerika itu memang sudah banyak terjadi kecurangan financial. Hingga akhirnya ada lima orgaisasi profesi di Amerika yang gerah dengan kelakuan kecurangan financial. Pada tahun 1985 lima organisasi profesi American Accounting Association (AAA), American Institute of Certified Public Accountants (AICPA), Financial Executives International (FEI), Institute of Management Accountants (IMA), dan The Institute of Internal Auditors (IIA) mendirikan The Committee of Sponsoring Organizations of Treadway Commission (COSO). Tujuannya menciptakan satu suara dalam komunitas bisnis keuangan mengenai isu sehubungan dengan permasalahan kecurangan dalam pelaporan keuangan. Caranya meningkatkan kualitas laporan keuangan sesuai dengan corporate governance, praktik etis, dan pengendalian intern.

Selanjutnya Oktober 1987 COSO menerbitkan Report of the National Commission on Fraudulent Financial Reporting. Tujuan laporan adalah membahas causal factors that can lead to fraudulent financial reporting” dan mengidentifikasi cara meminimalkan terjadinya fraud tersebut. Kemudian tahun 1992 COSO menyusun dan menerbitkan Internal Control-Integrated Framework. Masih berlanjut pada tahun 1994 Framework tersebut diamandemen sehingga ruang lingkupnya lebih luas, mencakup management report on internal control. Laporan ini memberikan definisi internal control dan pedoman menilai serta memperbaiki internal control system. Pada tahun 1997 COSO menerbitkan laporan dengan judul: “Fraudulent Financial Reporting: 1987-1997-An Analysis of U.S. Public Companies, issued in 1997.” Laporan ini menyajikan analisis atas financial statement fraud pada perusahaan publik. Laporan ini membahas seluruh aspek fraud menyimpulkan temuannya bahwa: 72% dari kasus fraud yang ditelaah, ternyata melibatkan CEO, nilai fraud rata-rata per periode adalah $25 juta dari rata-rata asset $533 juta, fraud dilakukan rata-rata selama 24 bulan.

Dari laporan itu sudah kelihatan bahwa konsepsi pencegahan kecurangan financial di Amerika itu hanya wacana belaka tanpa ada realisasi yang handal. Laporan yang diterbitkan COSO tersebut rupanya justru bukan menjadi bahan evaluasi, tapi justru menjadi tempat belajar melakukan fraud. Masa-masa berikutnya semakin banyak perusahaan Amerika yang berbuat curang.

First Merchant Acceptance Corp pada 28 September 1999 menyajikan lebih rendah kerugian kreditnya. Pada saat yang sama Pepsi-Cola P.R. melaporkan lebih rendah diskon penjualannya. Sebelas hari sejak terompet tahun baru 2000 ditiup diberitakan Infomix Corp mengakui pendapatan yang seharusnya tidak diakui. Empat bulan kemudian Intile Design, Inc diberitakan pada 23 May 2000 melaporkan nilai persediaan lebih rendah untuk mengurangi pajak property. Masih lanjut pada 14 Juni 2000, Cendant Corporation melakukan kecurangan dengan melaporkan lebih rendah cadangan laba dan mencadangkan laba ditahan. Lima belas hari kemudian, Hybrid/Ikon, Inc menyembunyikan transaksi penjualannya. Bulan berikutnya gantian System Software Associates, Inc melakukan kecurangan yang diketahui pada 14 Juli 2000 dengan mengakui pendapatan yang tingkat kepastiannya rendah.

Rupanya bukan hanya COSO yang geram. Kalangan teknologi informasi pun jengah dengan kecurangan financial di Amerika. Hingga pada Juli 2000 lahirlah Control Objectives for Information and related Technology (COBIT) yang menerbitkan COBIT 3rd Edition Framework. Isinya masih seputar pencegahan dan upaya mendeteksi keuangan dan pengendalian intern terkait dengan teknologi informasi.

Seandainya saya menjadi COSO, tentu sudah ‘getem-getem’ melihat berbagai kecurangan tersebut. Dan rupanya memang COSO semakin gerah, hingga pada Januari 2001 COSO membuat proyek berjudul Enterprise Risk Management: Conceptual Framework.” Proyek ini akan memberikan pedoman untuk mengembangkan struktur manajemen risiko perusahaaan (enterprise-wide risk management structure).

Namun apa yang terjadi justru malah mencengangkan. Pada akhir tahun 2001 muncullah kecurangan financial abad 21. Enron menerbitkan laporan keuangan triwulan ketiga pada 16 Oktober 2001. Dalam laporan itu dinyatakan bahwa laba bersih Enron telah meningkat menjadi $393 juta, meningkat $100 juta dibandingkan periode sebelumnya. Kenneth Lay, CEO Enron, menyebutkan bahwa Enron secara berkesinambungan memberikan prospek yang sangat baik. Ia juga tidak menjelaskan secara rinci tentang pembebanan biaya akuntansi khusus (special accunting charge/expense) sebesar $1 miliar yang sesungguhnya menyebabkan hasil aktual pada periode tersebut menjadi rugi $644 juta. Para analis dan reporter kemudian mencari tahu lebih jauh mengenai beban $1 miliar tersebut, dan ternyata berasal dari transaksi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang didirikan oleh CFO Enron. Akibatnya, pada 2 Desember 2001, Enron memohon untuk dinyatakan bangkrut.

Kasus Enron ini pun membuar gerah kalangan politisi. Amerika yang terkenal sebagai Negara kaya tentu tak kehilangan pamor. Untuk emnutupi kasus-kasus itu dan menggambarkan kepada masyarakat dunia bahwa Amerika itu indah dan rapi, diundangkanlah Sarbanes-Oxley Act pada 30 Juli 2002. Tapi ingat, undang-undang ini lahir dengan preambule kecurangan financial juga. Pada Juni 2002, WorldCom me-restate laporan keuangan untuk tahun 2001 ($3 Millyar) dan 2002 ($800 juta) dibukukan sebagai asset, padahal seharusnya expense/beban.

Namun apa yang terjadi setelah diundangkannya SOX, pada 11 September 2002 CEO Tyco, Dennis Kozlowski dan CFO-nya Mark Swartz terindikasi melakukan fraud merampok perusahaan senilai $600 juta. Selain itu, Xerox berdasarkan keterangan KPMG telah berbuat culas dengan melakukan penggelembungan pendapatan hingga 6 miliar dollar.

Cerita masih terus berlanjut. Sebagaimana amanat SOX, yang menyatakan pembentukan Public Company Accounting Oversight Board (PCAOB), PCAOB menyusun beberapa standard audit. Standar yang diterbitkan terakhir kali adalah Auditing Standard No. 5 pada 12 Juni 2007.

Lagi-lagi kecurangan keuangan tak mau berhenti. Pada tahun 2008 justru meledak krisis global karena kredit perumahan atau yang sering disebut subprime mortage. Bukan hanya itu, pada September 2008 jatuhlah perusahaan sekuritas keempat terbesar di Amerika, Lehman Brothers. Kebangkrutan Lehman Brother disebabkan ketidakmampuan melunasi kewajiban sekitar 60 miliar dollar AS. Dan Tahun 2008 ditutup dengan kasus penipuan senilai 50 miliar dollar AS di Wall Street. Pada bulan Desember kemarin mencuat kasus Madoff. Adalah Bernard Madoff, mantan ketua Nasdaq yang menjadi peran utama. Madoff mengumpulkan dana investasi sebesar 17 miliar dollar AS yang kemudian dikelola Madoff Investment Securities. Dana itu dikembangbiakkan menjadi 50 miliar dollar AS. Akan tetapi dana bejibun itu tiba-tiba menghilang tanpa penjelasan.

Referensi:

Financial Number Game, bukunya Mulford dan Comiskey

Auditing, bukunya Arens

***********

Semakin saya belajar akuntansi dan auditing, yang mayoritas bukunya berkiblat pada Amerika, semakin mengerti saya bahwa Amerika itu negara munafik.

6 comments on “Omong Kosong Amerika dalam Pencegahan Kecurangan Finansial

  • Ekonomi kapitalis emang sudah terbukti gagal.
    Terutama jika menyimak krisis yang terjadi sekarang…
    Instrumen Derivatif yang macet, saham yang gonjang-ganjing, dan PHK masal.
    Tapi kayaknya sulit lepas dari jeratan ekonomi kapitalis ini, Wong mayoritas negara-negara diseluruh dunia menggunakan ekonomi kayak gini…
    Gimana Mas?

    • mari kita pelajari dulu kesalahannya. kalo perlu seteknis-teknisnya. trus kita pelajari solusinya. jangan sekedar bilang ekonomi syari’ah, tapi ga ngerti gimana mraktekinnya. trus mari kita pikirkan strategi implementsinya. ingat lho ntom…K I T A. jadi bukan hanya aku…bukan pula hanya kamu…

  • Waduu..uh, masalah catatan perduwitan dan perkremian saya ora mudheng, Om. Tapi saya sangat setuju : Amerika Munafiq, mbahe Munafiq malah. Amerika adalah penjaga Israel, pelindung zionist. Artinya kira-kira mirip Anjing, atau betul-betul anjing.

  • DIMANA PBB???
    Amerika???
    Adidaya PENJAJAH…
    Gimana NAsib Saudara Kita SI PALESTINA???
    semoga Allah memberikan jalan untuk menyelesaikan ini…
    Aamin…

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: