Kemana Masjid di Pemadam Kebakaran Lebak Bulus?

Published September 19, 2008 by pembawacerita

Kemarin aku berangkat mudik naik Harjay dari Lebak Bulus. Berangkatnya sih pkl.13.00. Yup, perkiraanku setelah shalat Jumat selesai. Berarti aku harus nyari masjid terdekat dengan Lebak Bulus. Dan tentu tak asing bagiku Masjid di Pemadam Kebakaran depan terminal persis. Memang sih masjidnya di belakang gedung pemadam kebakaran. Tapi cukup nyaman untuk beribadah. Tidak berisik dengan bising kendaraan, cukup luas dan sarana wudhu yang memadai. Maka wajar jika calon penumpang angkutan umum dari Lebak Bulus sering memanfaatkan masjid ini. Termasuk aku yang hampir selalu mampir ke masjid ini kalau ke Lebak Bulus. Tentu saja memilih masjid ini dibanding musholla kecil di pojok terminal.

Namun betapa kagetnya diriku ketika tak menjumpai masjid di belaang gedung Pemadam Kebakaran itu. Bangunan itu telah rata dengan tanah. Ada apa gerangan? Kemana masjid itu? Segera aku tanya kepada petugas yang ada. “Pak, seingat saya dulu ada masjid disini deh. Kok sekarang ga ada pak”. “Iya mas, sudah dibongkar. Kalo mau shalat Jumat ke lantai tiga aja”. Mendadak fokus ke lantai tiga. Carrierku? Daypack notebookku? Ah…dibawa saja.

Aku titi tiap anak tangga menuju lantai tiga. Sampai di lantai dua ada petugas pemadam kebakaran yang menyapa. “Yakin mas kuat sampai lantai tiga? Bawaannya gede banget”. Aku hanya melempar senyum padanya. Lumayan sambil berhenti mengatur nafas. Dalam hati aku berkata, pak-bapak gunung tinggi saja berhasil kudaki, apalagi sekedar gedung tiga lantai. He…he…jadi inget Dompu, adik kelas di STAN yang STAPALA juga. Dia mengkritik perumpamaan ‘asam di gunung garam di laut bertemu di panci’. “Mas, yang lebih romantis dan heroik napa. Masak remeh begitu”. Rupanya salah materi aku waktu menjelaskan perumpamaan itu padanya. Seharusnya aku menjelaskan padanya, demi pernikahan, kegelapan gua kan ku susuri, jeram sungai kan ku arungi, tebing curam kan ku panjati, gunung tinggi kan ku daki. Hm…khas pecinta alam banget.

Balik ke shalat Jumat di Pemadam Kebakaran. Lantai tiga itu adalah ruangan luas seperti auditorium yang baru jadi. Belum finishing bahkan. Dan tentu bisa ditebak, siapa saja yang shalat Jumat disitu. Yup, hanya ingkungan internal pegawai Pemadam Kebakaran (kecuali aku). Padahal dulu sewaktu masjidnya masih ada, tu masjid pasti rame. Bukan hanya pegawai pemadam kebakaran, tapi masyarakat sekitar dan calon penumpang angkutan pun turut shalat Jumat. Aduh, jadi merasa kehilangan suasana itu.

Mari kita doakan saja, semoga akan dibangun masjid yang lebih megah dan nyaman untuk beribadah di situ. Memang ada masjid kecil disamping terminal Lebak Bulus, itupun masih in process pembangunan, tapi kan bising kendaraan ga bisa dipungkiri cukup mengganggu. Sejauh ini memang tempat ibadah (baca: masjid) memang agak susah dijumpai di tempat-tempat umum seperti itu. Halah, semoga pemerintah bisa menyediakan masjid yang representatif di dekat terminal-terminal, pasar-pasar dan tempat umum lainnya. Kalo mengandalkan penduduk sekitar, sepertinya agak susah ya, namanya saja tempat umum.

One comment on “Kemana Masjid di Pemadam Kebakaran Lebak Bulus?

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: