0 – 3.265 mdpl

Published September 11, 2008 by pembawacerita

Kemarin bertemu seorang adik tingkat. Seperti biasa obrolan ngalor ngidul pun mengalir begitu saja. Hingga akhirnya menyentuh current issue mengenai diriku saat ini. “Kok bisa mas dari puncak gunung bisa mendapatkan bidadari yang ada di pantai?”. Aku hanya tersenyum. “Bayangin coba, dari 0 mdpl (meter di atas permukaan laut) kok kelihatan dari 3.265 mdpl. Bagaimana caranya?”.

Aku tak bisa menjelaskan tanpa dimulai cerita yang sebenarnya. Dan kisah pun aku ceritakan untuknya. Terus terang, pada saat berada di Puncak Gunung Lawu di ketinggian 3.265 mdpl aku memanjatkan doa yang agak panjang. Dan kebetulan teman-teman sesama pendaki saat itu mengamini doaku. Aku pernah menuliskan di blog ini juga. Tapi khusus untuk menikah, ada tambahannya. “Ya Allah, alhamdulillah hari ini aku bisa memandang keindahan yang Kau ciptakan dari puncak ketinggian. Aku bisa melihat hamparan langit biru yang luas. Aku bisa melihat hijau bumi yang indah. Aku bisa memandang gumpalan awan yang menawan. Oleh karena itu ya Allah, tajamkanlah pandanganku untuk menemukan bidadari yang akan Kau anugerahkan dalam hidupku. Aku yakin Kau akan mendatangkan bidadariku dari arah mana saja yang Engkau inginkan. Kau bisa mendatangkan bidadari dari ujung langit. Kau pun mudah memunculkan bidadariku dari dalam laut. Kau bisa memperlihatkan bidadari itu dari perut bumi. Kau bisa menerbangkannya dari arah barat, barat laut, utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, atau pun barat laut. Kau bisa mendatangkan dari mana saja yang Engkau suka. Sekali lagi aku mohon pada-Mu, ya Allah. Siapkan hati ini untuk memandang luas seluas pandanganku di puncak gunung ini. Agar aku bisa segera menemukan bidadariku. Bidadari terbaik yang Kau anugerahkan untukku. Amin”.

Ibarat pepatah ‘asam di gunung garam di laut bertemu di panci’. Tentu ada faktor yang mengakibatkan pertemuan asam dan garam itu. Maka dapat dianalogikan ada faktor asam, garam, panci, dan koki yang mempertemukan keduanya. Faktor asam dan garam dapat diibaratkan sebagai kesiapan perempuan dan laki-laki untuk menikah. Jika salah satu dari keduanya tidak siap menikah, maka asam dan garam itu akan susah bertemu. Selanjutnya adalah faktor panci, yaitu wadah yang mempertemukan asam dan garam. Panci ini diibaratkan sebagai lingkungan di sekitar asam dan garam. Lingkungan sangat berpengaruh dalam menentukan pertemuan itu. Jika lingkungan asam sangat berbeda dengan lingkungan garam, maka akan sulit keduanya bertemu. Alhamdulillah lingkungan asam dan garam ini tidak jauh berbeda. Terutama keduanya yang sama-sama menikmati pergerakan dakwah bersama tarbiyah. Dan terakhir adalah faktor Koki yang mempertemukan asam dan garam. Aku sendiri meyakini bahwa aku dan bidadariku bertemu karena Allah dan nanti akan berpisah karena Allah pula. Oleh karena itu, agar asam dan garam ini bisa bertemu, maka dekatilah Sang Koki. Semakin dekat denga Sang Koki maka semakin mudah pula harapan mempertemukan asam dan garam menjadi kenyataan.

Seperti itulah pendapatku dalam menjawab bagaimana bisa dari 0 – 3.265 mdpl bisa bertemu. Aku sendiri, yang diibaratkan asam di gunung, berniat dan mempersiapkan diri untuk menikah. Aku tak tahu apakah sang garam pun juga melakukannya, karena itu bukan wilayahku. Yang jelas, aku menyiapkan diri, mengkondisikan dan memilih panci yang baik untuk mempertemukan asam dan garam ini, dan mendekat kepada Sang Koki.

Tak ada yang tak mungkin bagi Allah. Tak ada kebetulan bagi Allah. Jika Allah berkehendak mempertemukan, walau aku di puncak gunung 3.265 mdpl dan bidadariku di ujung pantai 0 mdpl, maka bertemulah asam dan garam atas kehendak-Nya.

One comment on “0 – 3.265 mdpl

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: