Kamu ga adil Kak!

Published September 9, 2008 by pembawacerita

Kak,aq pengen ketemu skrg.plis penting bgt ni”.

Tiba-tiba ada SMS masuk. Walau nomor si pengirim SMS itu ga ad di ponbuk HPku, tapi melihat nama di bawah tulisan SMSnya, aku tahu dia adalah mantan mahasiswaku. Sebut saja Bunga, tentu bukan nama sebenarnya. Kebetulan saja aku ada di kampus tempatku mengajar saat itu. Dan mungkin dia tahu aku ada di kampus sekarang. Dulu aku memang menyuruh mahasiswa untuk tidak memanggilku ‘bapak’. Rasanya jadi tua. Lagipula juga belum punya istri. Oleh karena itulah mantan mahasiswaku masih memanggil dengan ‘Kak’. Hm…kalo sekarang, tentu lain.

Kok tau sy dikampus?OK,qta ktmu,tp dit4 yg rame.di atrium aja.2jam lagi.sy msh mau ngajar”

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

***

Setelah membalas SMS itu, aku kembali ke kelas. Dan tak membuka SMS apapun yg masuk. Belajar jadi pengajar yg profesional. Aku melarang mahasiswa berSMS waktu kuliah, maka aku juga tak akan menyentuh SMS. Aku menyuruh mahasiswa men-silent HPnya selama kuliah, maka aku juga pakai modus diam. Hanya jika menerima telepon saja yang dibolehkan, tapi harus keluar kelas terlebih dahulu. Proses perkuliahan pun berjalan lancar.

***

Aku melihat sesosok perempuan berbaju pink dengan jilbab putih duduk di meja atrium. Itu pasti si Bunga. Aku pun segera mengambil tempat duduk di depannya. Ia tak mendengar salam yang aku ucapkan karena mungkin kupingnya tertutup earphone.

Eh Kakak. Biasanya salam dulu. Kok tiba-tiba duduk gitu aja.” Benar, ia kemudian melepas earphone-nya

Gimana kamu mau dengar salam saya kalo kupingmu ga bolong gitu. Ni diulangi lagi, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh”

Jawab salamnya yang bener dong! Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, begitu!”

Iya…iya…kurang ‘mus’ gitu aja disalahin”

Udah sekarang ada yang penting apa? Masalah nilai? Kurang nilainya? Tugasnya kebanyakan? Apa?”

Ih…bukan itu ya. Masak ngomongin kuliah terus. Bosen ah.”

Ya udah…berarti ga ada yang penting dong. Kalo gitu saya pulang aja”

Eh…tunggu dulu. Aku mau protes sama Kakak. Aku baca blog kakak. Terutama yang menyembunyikan cinta. Itu kan untuk cowo. Yang untuk cewe kaya aku gimana. Memangnya cowo doang yang bisa jatuh cinta.”

Lho, bukannya cewe lebih bisa menjaga rahasia hatinya. Kan lebih mudah untuk menyembunyikan cinta bagi cewe.”

Justru itu yang jadi masalah. Cowo enak bisa memendam cintanya. Kalo cewe yang diincer ternyata jadi sama orang lain, ia bisa milih-milih lagi. Nah kalo cewe? Ga bisa seperti itu, Kak. Kan katanya cewe menang jawaban, sedangkan cowo menang milih. Kalo cowo yang diincer cewe ternyata jadi sama cewe lain, udah ga bisa milih lagi, Kak. Ga adil. Bagi itu sudah eksekusi dua pilihan yang sama-sama menyakitkan seperti yang kamu katakan. Kalo ga menyesal ya cemburu. Padahal tu cewe memendam cinta pada tu cowo. Sakit banget rasanya, Kak. Sakit banget.”

Sebenarnya ingin aku cuek aja dan ga ngasih pendapat apa-apa. Aku pernah baca buku, kalo perempuan curhat itu yang dibutuhkan adalah ia didengarkan. Bukan solusinya bagaimana. Tapi kok ga tega juga aku diamkan ni anak. Heh…jadi inget Dian Sastro pas jadi Cinta, “Kalo lo ngerasain sakit gitu, trus salah siapa? Salah gue? Salah temen-temen gue?”. Yah, tapi bukan saatnya bercanda deh. Aku hanya butuh materi aja buat bridging. Kalo langsung ditembak pakai Al Bqarah 235 bisa langsung mental ni anak.

Kamu pernah dengar lagu ‘Selamanya Cinta’?” Dia hanya mengangguk.

Coba perhatikan lirik reff-nya. Andaikan ku dapat mengungkapkan perasaanku. Hingga membuat kau percaya. Akan ku berikan seutuhnya rasa cintaku selamanya. Selamanya.

Kamu mudah aja menyanyikan. Nah, anggap aja merasakan makna lirik itu sama mudahnya dengan menyanyikan. Kenyataannya sekarang kamu memang tidak dapat mengungkapkan perasaanmu kan? Tak perlu kamu ungkapkan. Tapi buatlah dia percaya. Namun jangan kamu berikan rasa cintamu seutuhnya selamanya. Karena emang kenyataannya kamu tak bisa mengungkapkan cinta. Apalagi tak ada perjanjian cinta hitam diatas putih diantara kalian. Kamu tahu bagaimana caranya membuat dia percaya?”

Ga ngerti? Membuat dia percaya tapi tanpa memberikan cinta seutuhnya apa bisa?”

Hm…kamu hafal lagu ‘Selamanya Cinta’ itu? Kalo hafal, coba nyanyikan. Lirih aja. Biar orang ga ngira kamu ngamen di depanku.” Ia pun menyanyikan lagu ‘Selamanya Cinta’ dari awal.

Sudah dapat jawabannya belum?” Ia menggelengkan kepala.

Perhatikan lirik Biar awan pun gelisah daun2 jatuh berguguran. Namun cintamu kasih terbit laksana bintang. Yang bersinar cerah menerangi jiwaku.

Ya…pertama akui pada dirimu sendiri bahwa kamu menyukainya. Biarkan cintamu itu berguguran seperti daun. Tapi ga perlu kamu mengumumkan bahwa daun-daun itu jatuh. Sudah ada yang tahu kok kalo daun-daun itu berguguran walau tidak kamu umumkan.”

Kedua…anggap aja dia juga suka sama kamu. Anggap cintanya terbit laksana bintang. Biar kamu ga capek-capek ngejar cintanya. Ingat ya….ANGGAP. Pura-pura kamu juga dicintainya. Kalo kamu punya anggapan begitu, setidaknya kamu punya daya tawar. Pura-pura dicintainya. Biar kamu tidak dibilang cewe murahan.”

Ketiga…jadikan cintanya itu memicu semangatmu untuk menjadi lebih baik. Kamu suka cowo yang pinter? Maka jadikan pinter sebagai acuan. Kejarlah acuan itu. Jangan diam saja. Kamu juga harus membuktikan bahwa kamu juga pinter. Kamu suka cowo sehat dan gagah? Maka kamu juga harus sehat dan rajin olah raga. Asal jangan jadi tomboy. Karena kamu perempuan. Kamu suka cowo pinter ngaji? Ya kamu harus bisa ngaji. Pokoknya jadikan kriteria yang kamu tetapkan itu jadi acuanmu sendiri. Ingat, cintanya terbit laksana bintang. Bintang akan tetap dilangit. Kamu tidak akan bisa menggapainya jika tidak beranjak ke langit. Paham?”

Nah dia kan tetep belum tahu, Kak. Trus kalo dia jadian sama cewe lain gimana?”

Kamu sudah mengejar kriteria yang kamu tetapkan? Misalnya kamu lihat tu cowo pinter ngaji. Trus kamu sudah ngaji dengan baik. Udah khatam berkali-kali. Tapi dia malah ga melihatmu. Ya berarti kamu berhasil mengejar kriteria yang kamu tetapkan tapi kenyataannya tu cowo ga sesuai dengan kriteriamu itu. Dengan kata lain, kamu memenangkan ‘lomba ngaji’ sama dia. Artinya tu cowo ga pantas buat kamu. Karena kamu akan dapat cowo yang lebih baik dari dia. So, nyantai aja kalee…”

Nah kalo aku belum berhasil mengejar kriterianya, gimana?”

Sori ni ya kalo rada jahat…Hm…kalo kondisinya seperti itu, itu kamu yang bermasalah. Masak mendambakan cowo yang pinter ngaji tapi kamu ga bisa ngaji. Ngaca dong, ngaca!”

Iiiihhhhhhh….Kakak jahat banget sih”

Eiitt…jangan sentuh saya!”

Iya…iya…ntar calon istri Kakak marah kalo tahu aku menyentuh Kakak”

Nah, sudahkan curhatnya? Udah sana segera pulang. Terus ngaji. Terus dibuka Surat Al Baqarah ayat 235. Dibaca juga terjemahnya. Begitulah cara mengejar cinta. Di pendam saja.”

Kak…boleh tanya lagi ga? Gimana sih rasanya menunggu tanggal pernikahan? Deg-degan ya? Khawatir ini itu ya? Takut kalo ada masalah ya?”

Halah…ni bocah pengen tau aja. Nanti kalo sudah waktunya kamu menikah, juga bakal merasakan. Sudah sana belajar yang rajin. Ga usah mikirin cowo mulu. Dikejar aja kriterianya. Sekali-kali jadi sok egois gitu lho. Jangan mikir bagaimana caranya punya pacar mulu. Ga usah pacaran lah. Masak kamu belajar akuntansi ga bisa memaknai benefit greater than cost mengenai cinta.”

Sudah, aku mau pulang. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh”

Begitulah obrolan santai sore itu. Mungkin ada yang protes, mana ada dosen deket sama mahasiswanya sampe curhat-curhatan gitu. Nah, ini nih yg jadi masalah. Perlu dipertimbangkan lagi paradigma yang ada bahwa dosen hanya sekedar menyampaikan materi kuliah. Bagiku, dosen bukan hanya berperan seperti itu. Peran pendidikan jauh lebih penting. Materi kuliah itu bisa digeber dengan cepat. Bahkan kalo mau cuek, bodo amat mahasiswa ngerti ato kagak. Yang penting semua sudah disampaikan. Tapi pendidikan untuk membentuk karakter, heh…itu yang butuh waktu tidak sebentar. Pembentukan karakter juga butuh kepercayaan. Dalam hal ini dosen menjadi objek yang dipercayai. Maka jangan salah kalau mahasiswa akan sangat memperhatikan dosennya, baik di dalam atau diluar kelas. Ketika mereka melihat dosennya tetap berjalan diatas rel karakter yang baik, mereka akan mengikutinya. Tapi sekali saja mereka menjumpai penyimpangan pembangunan karakter, hapuslah kepercayaan dan harapan yang mereka kepada si dosen.l

3 comments on “Kamu ga adil Kak!

  • Waowww, ternyata wipy masih suka deket-deket ya sama akhwat, kasihan calon istrimu lho. Walaupun just friend tapi jujur saja kalau calon suamiku begitu aku pasti cemburu, yah kebablasan nantinya

  • tidak harus pinter ngaji untuk mendapatkan seseorang yang jago ngaji
    tidak harus menjadi maniac olahraga untuk menjadi pendamping yang fit
    hidup itu untuk saling melengkapi,
    semua ada batas kemampuan karena kita manusia bukan Tuhan

  • @ Rani:
    ups…bisa jadi fitnah ini kalo ga ada tabayyun.
    memangnya kalo mau menikah ga boleh berhubungan dg akhwat ya? alasannya apa? ikhtilat? hm…coba lihat pendapat Yusuf Qardhawi. bahwa ga semua ikhtilat itu dilarang sbgmn pemahaman da’i ekstrem yg sempit pemikirannya, & ga semua ikhtilat itu diperbolehkan sbgmn pemahaman da’i sekuler yg mengekor barat.
    cemburu? itu berarti cinta. tentu dalam takaran wajar. skrg, coba liat dari sudut pandang penulis sbg buruh pendidikan. jika pendidiknya ga care sama yg dididik, mo jadi apa pendidikan ini?
    wallahu’alam
    semoga bermanfaat

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: