Sahur Bareng ala Pondok Muslim

Published September 1, 2008 by pembawacerita

Seru banget sahur pertama di bulan Ramadhan 1429 H di kos Pondok Muslim. Beruntung sekali kos-kosan kami yang lumayan jauh dari warung mendapatkan informasi bahwa Warungnya Bu Ning masuih buka dan bersdia menerima pesanan. Jika anda berminat untuk memesan makan sahur di Warung Bu Ning seperti kami, tinggal telepon aja di 021-98256833. Terus terang aja nih, sekalian promosi Warungnya Bu Ning. Emangnya cuman Pak Bondan aja yang bisa mak nyuss. Terus kalau telepon sebelum pukul 21.00 ya, demi menjaga etika sopan santun gitu deh.

Nah, kami menentukan menu tetap yaitu nasi pakai sayur 2 jenis (sayur kuah dan oseng-oseng atau orek) plus gorengan dan sambel. Adapun lauknya kami bisa memilih telur dadar, telur ceplok, telur bulat, sarden, ikan, ayam goreng, dan hati ayam. Tuh kan beragam. Tinggal tulis nomor kamar kos masing-masing disamping pilihan lauk. Waktu sahur tinggal nunggu si tukang piket dateng membawa kecerian. Oiya, kami juga membuat daftar piket mengambil sahur dari Warung Bu Ning. Kalau tadi pagi yang tugas piket Kang Agus #1, besuk pagi Abud #2, nah lusa baru Wipy #5.

Semnetara ini teman-teman mendaulatku sebagai tukang reservasi. Kata mereka cocok kalo ngomong sama Bu Ning. Bahasa Jawanya itu loh pas banget sama obrolannya Bu Ning. Hm…masih seputar menu, kebetulan kos-kosan kami tuh dihuni oleh orang-orang yang mobilitasnya tinggi. Baik mobilitas di kampus, di kantor, atau di alam mimpi. Jadi sangat rawan dengan lupa ga pesan sebelum pukul 21.00. Untuk mengantisipasi keteledoran itu kami membuat menu default. Menu default ini pakai telur dadar. Disebut menu default karena anak kos yang lupa pesan akan dianggap pesan menu default. Hm…ada-ada ajah.

Hasil rekapitulasi pemesan menu berdasarkan jenis lauknya (ya iya lah berdasarkan lauk. Kan nasi, sayur, gorengan dan sambal sama), adalah sebagai berikut:

Telur dadar : 4 orang

Telur Ceplok: 1 orang

Sarden: 9 orang

Ayam goreng: 1 orang

Jadi total pemesan sahur dari Pondok Muslim ada 15 bungkus. Namun apa yang terjadi…Kang Agus #1 tadi pagi lupa tidak menghitung ulang. (biasanya juga ga diitung ulang, lha wong udah percaya banget saa Bu Ning). Lagi pula tadi pas sahur tuh daerah Sarmili lagi mati lampu. Jadinya gelap. Malah menyusahkan kalo diitung ditempat Bu Ning yang sudah berjubel pelanggannya. Dan benar, telur ceplok pesanannya Iyok #8 ga ada. Kasihan sekali dia. Namun setelah mengalami penderitaan panjang karena diledek, dicaci-maki dan dihina dinakan oleh Tegwan #17, akhirnya Tyo #11 dan Prian #14 menyisihkan nasinya untuk Iyok #8. Terus lauknya pakai telur ceplk buatan Papam #12. (sekilas info, si Iyok #8 dan si Papam #12 nggoreng telunya barengan loh…ih so sweet).

Makan bareng…rame bareng…sambil nonton PPT. Ngakak…ngakak apalagi ‘Bang Jack’ tiba-tiba telepon. Jah-jauh dari Surabaya, setelah menikmati penempatan ulang yang menyenangkan, ‘Bang Jack’ yang pernah menghuni kamar #3 Pondok Muslim itu hanya ingin sekedar menyapa keramaian Pondok Muslim dan tentu saja…’Kalila’-nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: