Diserang Gundah

Published Juli 28, 2008 by pembawacerita

Pagi ini aku ingin berbagi cerita ini untukmu Bidadariku. Cerita mengenai kegundahanku semalaman ini. Rasa was-was dan kekhawatiran yang membombardir pikiranku dalam mempersiapkan kehidupan yang dimulai pagi ini. Gundah, resah, dan gelisah telah menyelimuti tidurku dengan susah. Sebisa mungkin aku memejamkan mata, namun telinga ini seolah mendengar setiap jengkal serangga melangkah. Hingga suatu waktu aku menyerah sebelum fajar datang. Menyerah dengan menatap kata-kata indah penuh hikmah. Dan atas kuasa Allah, aku mendapatkan artileri yang bisa melindungiku dari serangan gundah.

Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.

Beberapa kali aku membaca terjemahan ayat ke 160 surat cinta ketiga dari Rabb-ku. Otak ini memang susah diajak bekerja jika hati ini gundah. Tak segera mengerti apa maksudnya. Sejenak memejamkan mata. Kemudian keluar kamar menerawang langit Jurangmangu yang hitam kelam tanpa bintang. Hingga akhirnya perhatianku tertuju pada dedaunan pohon mangga di depan kos.

Kemarin sore Jurangmangu di guyur hujan deras sedari maghrib hingga isya. Rupanya sisa-sisa air hujan masih terlihat jelas membasahi dedaunan. Di bawah dedaunan itu ada sebuah tabung lengkap dengan lampu penerangan yang dipasang Bapak Kos di tembok gerbang Pondok Muslim. Tujuannya pasti untuk menerangi jalan. Ah, aku tidak peduli sementara itu dengan keluhan PLN mengenai krisis listrik di negeri kaya sungai ini. Aku merasa ada yang aneh dengan tabung lampu itu. Lantas aku mendekat ke arahnya. Semakin dekat dan melihat kaca tabung yang sudah tidak bening lagi. Semakin aku memperhatikannya, aku melihat aliran air di permukaan tabung. Dan tak lama kemudian…tes. Setetes air jatuh dari ujung daun mangga dan meluncur membasahi permukaan tabung. Tetesan air itu mengalir mengikuti gaya tarik bumi. Tidak lama, dan sangat cepat. Namun aku tidak melihat sisa tetesan air itu di ujung alirannya. Segera menguap. Dan terlihat lukisan aliran air baru di tabung lampu.

Bidadariku, sejurus kemudian bekas aliran air itu mengingatkanku pada Umar bin Khatab. Seorang sahabat Rasul yang mengagungkan kebesaran Islam selama masa Khulafaur Rasyidin. Seorang yang dipilih Allah untuk mengabulkan doa Rasul-Nya,”Ya Allah tinggikanlah Islam diantara dua Umar”. Telah dikisahkan bahwa di pipi Umar bin Khatab terlukis aliran air. Itu karena begitu seringnya beliau menangis dalam kekhusyukan qiyamul lail. Betapa tawakkalnya Umar bin Khatab kepada Allah. Dan teringat pula dengan pelajaran yang disampaikan Rasul bahwa “dua mata yang tidak disentuh api neraka, yang menangis karena takut kepada Allah dan yang terjaga di jalan Allah”. Hingga akhirnya ingatan ini semakin mengukuhkan hati. Gundah, khawatir, dan rasa was-was itu adalah penyakit yang dihembuskan setan ke dalam hati manusia. Jika setan itu terbuat dari api, maka harus dipadamkan dengan air. Dengan spontan seolah tak ada pilihan lain, bergegas kaki ini melangkah menuju kran air. Wudhu… wudhu… wudhu… dan hening dalam kenikmatan mengisi sepertiga malam terakhir.

Ketenangan pun menghiasi pagi ini. Dan ternyata, “Maaf ya Dik Wipy, semalam itu saya tidak tahu kalau kamu itu adik kelas SMA dulu. Setelah baca SMSmu baru saya ingat, oalah ini Dik Wipy yang itu to.” Gundah pun terbang melayang diganti obrolan santai dan mengasyikkan.

7 comments on “Diserang Gundah

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: