Jangan Patah Hati Sobat!

Published Juli 25, 2008 by pembawacerita

Bidadariku, kali ini aku menulis untuk seorang sobat dekatku. Semoga Allah memberinya kesabaran yang melimpah ruah. Bidadadariku, cerita ini berawal dari sebuah SMS yang aku terima kemarin, Kamis, 24 Juli 2008, pukul 18.16, tepat esaat sebelum kakiku melangkah ke As Sa’adah.

“Allahu Akbar!

Jelang pulang kantor ada email masuk!

Akhwat yg sedang berproses denganku memutuskan mundur dr proses ta’aruf tanpa alasan yg jelas.

Ini ta’aruf ke-4ku!

Tertolak lagi

Hayo Wip ke Rinjani saja”

Teruntuk sobatku, SMS yang kamu kirimkan kemarin adalah cerminan Bilal bin Rabah era perjuangan milenium keislaman. Aku akan membagi kisahnya agar kamu dan aku bisa mengambil hikmah perjuangan dan kesabarannya.

Kamu tentu tahu sobatku, bahwa Bilal bin Rabah adalah seorang budak hitam. Namun status sosial dan warna kulitnya tidak menghalangi kemantapan hati untuk menjadi As Sabiqunal Awwalun. Suatu saat Bilal menjatuhkan pilihan hatinya kepada seorang gadis bernama Hind. Bilal tidak menunggu lama untuk melamar gadis impiannya. Keluarga Hind yang tidak mengetahui siapa Bilal lantas melayangkan pertanyaan, “Siapakan Anda? Apa maksud kedatangan Anda?”.

Sobatku, tahukah kamu bagaimana jawaban Bilal? Merinding aku membaca kisahnya, Sobat. Dengan rendah hati Bilal menjawab,”Aku Bilal bin Rabah. Seorang sahabat Rasulullah. Dulu aku orang yang sesat, tetapi Allah telah menuntunku. Dahulu aku seorang budak dari Habasyah, tetapi Allah telah membebaskanku. Kedatanganku kemari ingin melamar seorang gadis berama Hind.” Bilal lantas melanjutkan perkataannya,”Jika lamaranku diterima aku akan katakan Alhamdulillah, tetapi jika lamaranku ditolak, aku akan mengatakan ALLAHU AKBAR!”.

Dan rupanya semangat itu telah menyusup dalam lubuk hati dan aliran darahmu, wahai Sobatku. Kamu telah dengan lantang meneriakkan pekikan jihad, ALLAHU AKBAR! Maka aku ucapkan selamat bagimu karena terbebas dari belenggu nafsu. Aku yakin kamu sepakat dengan itu. Bukan nafsu, tapi perasaan yang wajar dan lumrah bagi manusia. Tentu kau ingat pelajaran yang disampaikan Ali bin Abi Thalib:

jika mencintai seseorang, mencintailah wajar-wajar saja,

sebab kau tak tahu kapan kau balik membencinya,

jika membenci seseorang, membencilah wajar-wajar saja,

sebab kau tak tahu kapan balik membencinya.

Sobatku, merapatlah, aku akan membisikkan sesuatu untukmu. Lirih saja, biar hatiku juga mendengarnya. Sobatku, adalah lumrah dan wajar jika di dalam hatimu tumbuh rasa cinta terhadap gadis yang kamu sangka akan menjadi pasangan perjalananmu. Namun sabarlah wahai Sobatku, jangan terburu-buru. Bisa jadi lamaranmu ditolak gadis itu atau orang tuanya. Tapi yang lebih penting lagi, jangan patah hati bila itu terjadi. Patah hati hanya akan menjerembabkanmu ke dalam jurang keterpurukan. Patah hati tidak memberikan solusi. Patah hati hanya akan mengotori hati.

Sobatku, jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu. Lepaskan bebanmu sejenak. Serahkan kepada Rabb Sang Penguasa Kehidupan. Biarkan semesta menunjukkanmu calon bidadari yang menyejukkan hatimu. Dan bersiaplah untuk menjemputnya. Siapkan dirimu untuk menerima kehadirannya. Tak perlu bersusah payah mengejarnya dengan segala daya. Cukup memperbaiki diri yang ada. Lantas biarkan akhwat yang telah menolak lamaranmu hanya memiliki dua pilihan. Pertama, ia menyesal telah menolakmu dan kembali mempertimbangkan untuk menerimamu sebagai pendamping hidupnya. Atau kedua, biarkan dia cemburu karena ada bidadari yang lebih baik telah beruntung memilihmu dengan segala kebaikanmu.

Sobatku, ingat kembali kisah Bilal bin Rabah yang menunggu jawaban dari keluarga Hind. Keluarga Hind menunda memberikan jawaban atas lamaran Bilal. Keluarga Hind mencari infomasi mengenai Bilal kepada Rasulullah. Dan kuncup-kuncup bunga cinta mulai tumbuh ketika Rasulullah memberikan gambaran secara gamblang,”Siapa kalian yang ingin menanyakan kepribadian Bilal? Mengapa kamu memandang rendah kepada seorang bekas budak berkulit hitam legam, padahal Allah menyebutnya sebagai ahli surga?”. Sobatku, kuncup-kuncup cinta itu semakin merekah menyambut Bilal dan Hind menikah. Pernikahan yang bahagia dan keduanya saling mencinta.

Sobatku, biarkan kelebihan diri membumbung tinggi. Tak perlu kau ungkapkan itu. Biarkan saja semesta yang menunjukkannya kepada calon bidadarimu. Cukup mempersiapkan dan memperbaiki diri. Seperti kebaikan Bilal yang dia sendiri tidak mengungkapkan, tapi Rasulullah yang memberi keluarga Hind penjelasan. Seperti ajakanmu mendaki Rinjani. Biarkan rinjani itu tetap tinggi. Dan kita yang mempersiapkan menggapai ketinggiannya. Karena sejatinya bukan Rinjani yang kita taklukkan, tapi diri kita. It is not the mountain we conquer, but ourselves (Sir Edmund Hillary, the first people who reached top of Everest in 1953)

(Lebaran hikmah menemaniku menulis, Untukmu yang akan dan telah menikah [Syaikh Fuad Shalih], Bilal bin Rabah sahabat terkemuka Rasullah [M. Abdul-Rauf], Jejak Sang Petualang [Harry Wijaya dan Christian Wijaya]. Semoga Allah melimpahkan berkah untuk mereka)

11 comments on “Jangan Patah Hati Sobat!

  • terima kasih, tulisan ini membantu saya mengingat, tak seharusnya kita berbangga diri…
    Nasihatnya juga mengingatkan saya pada nasihat sahabat saya beberapa waktu lalu, persis!!

  • Bagus banget mas tulisannya..
    Terutama di bagian Bilal (bukan maksud mengasosiasikan diri, he3!)
    Kayak aku juga belum menemukan bidadariku…
    Ia terus saja terbang tinggi sedangkan sayapku baru saja tumbuh dan tak mampu untuk menjangkaunya.
    Tapi seperti kata mas Wipy…Ikhlas!
    Insya Allah ada maksud yang di berikan oleh Allah lewat semua ini.

  • ALLOHU AKBAR..Yup,bnr skl,qt hrs ikhlas mnrm stiap kptsnNYA.meski mgkn itu sgt menyakitkn..krn pasti da hkmh dblknya..
    suatu proses,trasa indah ktk qt brusaha menikmati.ibarat kupu2,utk dpt mjd seekor kupu2 yg cantik,ia hrs bjuang dr sbuah telur-seekor ulat&kepompong. Dan dlm pjalannya tak slamanya mulus2 sj..
    Bgt jg dg ta’aruf,blm tnt 1x lgs jd.mgkn bkn dgn ‘dia’,mgkn blm saat ini.tp yknlah bhw 4W1 tlh mpersiapkn yg tbaik utk qt..

  • Keinginan adalah sumber penderitaan.. Oh tp kok aku jd inget ma jeng yang udah nolak aku ya? Hehehe ni mesti gara gara baca postingan antum? Ayo tanggung jawab.. Nglupaina susah ho.. Hehehe kirain rinjani yang buat ajeb ajeb hehe thanks mas

  • Thanks bro aku jadi ikutan sadar hampir saja aku putus asa krn gadis yang tidak gadis aku jadi ingin melampiaskan ke semua cewek bahwa setiap orang tak bisa dipercaya ternyata aku salah akhirnya aku membenci dengan wajar

  • klo lagi sakit hati, paling enak curhat/diskusinya ke kucing.kucing teman curhat ideal, selalu mendengarkan tanpa memotong,kucing juga paling bisa menjaga rahasia kita rapat-rapat.walaupun ga pernah ngasih solusi, tapi orang curhat kebanyakan hanya ingin didengarkan saja segala uneg2nya

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: