Pernikahan Sahabatku Revany Febrianto

Published Juli 12, 2008 by pembawacerita

Bidadariku, setelah aku pulang dari kuburan Mbah Sarji kemarin, aku bersama ibu dan bapak menghadiri walimah Revany Febrianto. Dia adalah sobat karibku semasa SMA. Kebetulan pula ayahnya adalah teman dekat bapakku. Dalam perjalanan menuju tempat walimah, kami menghampiri keluarga lain yang akan menghadiri acara itu pula. Hingga akhirnya mesin kotak bapakku terisi tujuh orang. Bu Nurul Badriyah, Pak Rohmat dan istrinya, Bu Sukartini, ibuku, bapakku, dan aku sendiri.

Disepanjang jalan tak henti-hentinya orang-orang tua itu bercanda. Dan sebagian besar topiknya adalah menyerang keberanianku. “Wan, setelah Revany menikah denger-denger terus kamu. Kapan, Le?”, Bu Rohmat melempar bahan pembicaraan. “InsyaAllah tahun ini Bu”, begitu aku jawab sambil melirik ekspresi bapak yang hanya tersenyum. “Lha calonnya orang mana, Wan?”, Bu Sukartini menimpali. “Rahasia”, enteng saja aku menjawabnya. “Halah Wan, sama mboke dhewe aja kok pakai rahasia-rahasia segala”, Bu Sukartini agak kecewa. “Ya begitu itu lho Bu anak model baru. Pengennya ngasih kejutan. Sama seperti mbaknya. Si Lia (putri bu Nurul) itu juga begitu. Tahu-tahu bilang ada yang ingin kenalan. Tak lama kemudian lamaran”, begitu bu Nurul berkomentar. Memang antara keluargaku dan keluarga Pak Eddy Yusuf (alm) suami bu Nurul Badriyah itu sudah seperti tahu sama tempe. Sama-sama terbuat dari kedelai. Alias tak jauh beda.

Sesampainya di walimah Revany, aku disambut Renu. Adik kandung Revany itu nampak kaget melihat kedatanganku. “Lho, kok kebetulan pulang mas?”. Tentu dalam rangka menghadiri walimah sobat karibku itu aku pulang kampung. Hm…sekalian menyusun agenda bersama orang tua. Ketika naik ke pelaminan, kaget pula ayah dan ibunya Revany. “Biyuh…biyuh…Mas Wirawan to ini tadi. Hayo mas sekarang tinggal nunggu undangan mas Wirawan. Sudah ada calonnya belum?”, seloroh ibunya Revany samil menampar-nampar sayang pipiku. Aku hanya membalas dengan senyuman. “Hiiiihhh…ini bocah tetep aja dari dulu. Sama ibu’e dhewe pakai rahasia-rahasiaan segala”, gemes ibunya Revany melihat ekspresiku hingga tangannya tak tahan nguyek kepalaku. Hingga didepan Revany, “Wis saiki giliranmu!”, dalam pelukannya ia tak banyak membisikkan kata. Aku balas dengan mulut menganga. Dia pu geleng-geleng kepala.

Tak lama kami berada di walimah itu. Setelah menikmati hidangan, rombongan kami segera meninggalkan tempat. Di sepanjang jalan masih saja aku dijadikan bahan ejekan. Yang pemalu lah. Cowok cemen ga pemberani lah. Hingga masih dibilang mbok-mboken. Ah, biarlah apa mereka kata. Yang penting berjalan dan berdoa. Nanti semesta juga akan membantuku. Dan Allah pun menganugerahkan aku bidadari yang sholihah untukku.

Bidadariku, siapa bilang aku tidak ingin segera menikah denganmu!

Bidadariku, aku hanya butuh jawaban siapakah dan dimanakah kamu.

Bidadariku, benar kata Revany, ini giliranku. Aku akan menjemputmu.

3 comments on “Pernikahan Sahabatku Revany Febrianto

  • dasar!
    Wipy kalo jatuh cinta kayak begini ini nih..
    **bidadariku**
    **bidadariku**

    gak kayak dulu, kalo lagi bete muncul sebutan aneh,
    ** bidadaraku **
    ** bidadaraku **

    kapan bikin rusuh lagi??

  • pung…pung…bosen gw bikin rusuh
    yang dirusuhin (lebih tepatnya dilurusin) tetep aja ngeyel

    lagian ngapain lo ngaku suka ngigau **bidadaraku** **bidadaraku** di blog orang sih. jangan jadiin blog gw korban dong…wakakakaka

  • Yah..jodoh adl misteri ILLAHI..qt tdk prnh tau dg sapa qt bjodoh&kpn dia dtg.
    Mgkn usia spt saat ni adl masa2 pnuh ujian tkait jodoh.tmsk ujian ptanyaan yg srg mampir ‘kapan?’ sy biasa jwb dg senyum ‘insya4W1 disegerakn;-)’
    Yakinlah..’segalanya akan indah pd waktu yg telah ditentukanNYA..’

    Salam ukhuwah..

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: