Kafa’ah…kafa’ah…kafa’ah

Published Juli 8, 2008 by pembawacerita

Ya Rabbi, betapa tubuh ini menggigil karena malu. Malu melihat kerendahan diriku. Malam itu tak nyenyak tidurku. Tubuhku lunglai, mataku terpejam, namun pikirku melayang. Adalah kafa’ah yang menumpuk di benakku. Malu aku ya Rabbi. Kubuka kembali halaman 177 buku Isyratun Nisaa’ minal alif ilal yaa’, kubaca kembali, dan maih tetap seperti yang aku baca dahulu kala. Kafa’ah…ya Allah…kafa’ah. Malu aku ya Allah…

Saat aku membaca halaman demi halaman buku itu, aku semakin malu ya Rabbi. Ialah pertimbangan kafa’ah dalam pernikahan, yaitu suami sebanding dengan wanita dalam hal kedudukannya, agamanya, nasabnya, rumahnya dan selainnya. Ya Allah…Engkau menguatkan dalam firman-Mu “wanita-wanita yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah bua wanita-wanita yang tidak baik (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…AnNuur:26”. Beruntung aku bahwa kafa’ah itu bukan syarat sahnya pernikahan. Semoga beruntung pula aku tidak termasuk orang-orang musyrik sehingga berlaku syarat kafa’ah itu demi sahnya pernikahan. Namun setiap kali persoalan kerelaan wanita dan wali perihal kedudukan, nasab dan harta dipermasalahkan, aku tak berkutik dibuatnya. Malu aku ya Allah…

Lantas siapa diriku? Seorang laki-laki yang merasa jauh dari kesetaraan dengan bidadari itu. Seorang yang pengetahuan agamanya tak lebih dari setetes embun di tengah samudra. Seorang yang miskin dan papa yang berusaha untuk bisa berbagi dengan sesama manusia fakir lainnya. Seorang bekas penjaja makanan ringan untuk menyambung ilmunya. Seorang bodoh yang membanting hidupnya untuk menghapus kebodohannya. Seorang yang berlatar belakang penuh kejahiliyahan. Seorang yang hanya memiliki semangat, sabar dan doa. Malu aku ya Allah…

Maka kepada siapa lagi aku bertaubat selain kepada-Mu ya Allah. Taubatku atas segala dosa akibat kebodohanku, kejahilyahanku, kesombonganku, ketergelinciranku, dan dosa-dosa lainnya. Betapa aku berharap Engkau, ya Rabbi, menutupi kesalahan-kesalahanku dan memasukkanku ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Engkau, ya Allah, tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia. Ya Rabbi, sempurnakan bagiku cahayaku dan ampunilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Maka siapa lagi yang akan menutupi semua kesalahan-kesalahanku yang menggunung ini selain Engkau Ya Rabbi. Dengan sepenuh hati aku mohon masukkan aku kedalam golongan orang-orang yang beruntung. Dengan segenap jiwa aku mohon anugerahkan semangat untuk terus memperbaiki diri ini. Betapa menyesalnya aku jika Engkau masukkan aku ke dalam golongan orang yang tidak baik sehingga mendapatkan wanita yang tidak baik pula. Oleh karena itu masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang baik.

Malu aku ya Allah…

3 comments on “Kafa’ah…kafa’ah…kafa’ah

  • “wanita-wanita yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah bua wanita-wanita yang tidak baik (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…AnNuur:26

    Jadi teringat sebab terbangnya bidadariku…Dia lebih baik dari aku Mas.
    Jauh lebih baik…!

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: