Pembawacerita’s Weblog

“Bermanfaat bagi umat sepanjang hayat” semoga tulisan2 disini membantu mewujudkan visi itu

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘tahun baru’

Pilhan Acara Pergantian Tahun

Ditulis oleh pembawacerita di/pada Desember 31, 2008

Di negeri Ramah Insan, konon hidup seorang pemimpin negeri. Jambu Kopyor namanya. Namanya juga pemimpin, dia sibuk sekali harus mondar-mandir kesana kemari. Mulai dari menghadiri acara peningkatan produksi pertanian hingga acara partai. Jadualnya begitu padat bahkan tahun sudah akan brakhir pun masih harus keliling negeri.

Wal hasil…si Jambu Kopyor ini kelelahan dan ingin refreshing. Nah kebetulan di Pulau Dewala Bati pada setiap pergantian tahun ada acara hiburan yang meriah. Si Jambu Kopyor ingin merayakan pergantian tahun di pulau itu. Gosipnya sih salah satu lokasinya di Istana Tampak Serong.

Jauh dari tempat Si Jambu Kopyor hendak merayakan pergantian tahun ada acara lain di sebuah masjid. Masjid yang terletak di Indonesia. Masjid At Tin, di Taman Mini Indonesia Indah. Ada agenda:

“Doa dan Dzikirku untuk Bangsaku” Memperingati Tahun Baru Hijriah 1430 dan Menyambut Tahun Baru 2009, Rabu, 31 Desember 2008 pukul 18.00-24.00 WIB.

Dzikir Nasional itu akan dihadiri:

Ustadz M. Arifin Ilham (Pimpinan Majelis Dzikir Az-Zikra),

DR. H. Hidayat Nur Wahid MA (Ketua MPR-RI) [apa calon presiden juga ya],

H. A Riawan Amin, MSc (PResdir PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk)

Habiburrahman El Shirazy (Novelis)

DR. H. Adhyaksa Dault, SH. MSi (Menpora)

KH. Zaenuddin MZ (Ulama)

Nah…Mau pilih yang mana? Ikut si Jambu Kopyor apa Dzikir Nazional?

Ditulis dalam Alhamdulillah Menikah, Uncategorized | Bertanda: | 2 Komentar »

My best achievement was…

Ditulis oleh pembawacerita di/pada Desember 29, 2008

Tepat tengah malam tadi istriku sms. “Yang, udah tidur? Semoga Allah member kita kekuatan untuk merangkai hari-hari di tahun ini menjadi lebih bermanfaat, lebih indah, lebih berkah, dll. Met tahun baru sayang…our first new year :)

Aku masih belum tidur saat menerima sms itu. Sejurus ingatanku menembus gelapnya malam menuju 5 Syawal 1429H atau 5 Oktober 2008. Pada saat itulah aku menancapkan tonggak pencapaian tertinggiku. The day when I get my best achievement. Aku telah mendapatkan separuh agamaku. Allah telah menganugerahi aku bidadari terbaik untukku. Allah memberiku pendamping hidup yang menemaniku menggapai ridho-Nya. Anis Dyah Rahmawati. Perempuan tempat aku menumpahkan rasa cinta dan rinduku. Perempuan yang menjadi pelindung pandangan dan kehormatanku.

Pada momen tahun baru 1 Muharram 1430H ini, aku berusaha menghitung-hitung pencapaianku. Dan aku tak bisa berhenti bersyukur, karena telah mendapatkan separuh agama. Selanjutnya aku tinggal bertakwa kepada Allah. Itu pun dibantu dengan seorang bidadari terbaik untukku. Seperti kalimat terakhir yang diucapkan Rasulullah SAW dalam hadits arba’in nomor 25, “Bukankah jika ia menyalurkan pada yang haram itu berdosa? Maka demikian pula apabila ia menyalurkan pada yang halal, maka ia juga akan mendapatkan pahala” (HR Muslim).

Istriku…kamu adalah ladang pencapaian ketakwaan kepada Allah. And you’re the best achievement I ever get.

Ditulis dalam Alhamdulillah Menikah | Bertanda: , , , , , | 4 Komentar »