Mutasi SIM

Published September 30, 2010 by pembawacerita

Jika KTP kita ganti, maka mau tidak mau SIM kita pun harus pindah pula. Caranya adalah dengan mutasi SIM atau membuat SIM baru. Saia memilih mutasi SIM karena lebih hemat, tidak perlu ujian lagi, lebih cepat, dan tak perlu khawatir dengan tawaran yang tidak-tidak.  Untuk memutasi SIM, maka SIM yang lama harus dicabut dulu di Polres tempat SIM terdaftar. Setelah dicabut baru diurus mutasinya ke Polres domisili sesuai KTP.

Alhamdulillah pada saat mudik kemarin bisa mencabut berkas SIM untuk dimutasi ke Kota Depok. Syaratnya mudah, hanya menyampaikan fotokopi SIM dan KTP rangkap 3. Alhamdulillah lagi saia bertemu teman SMP saia di Polres Trenggalek. Lantas saia menanyakan mekanisme pencabutan berkas untuk mutasi SIM. Saia malah diantar ke petugasnya langsung. Oleh karena saia datang sudah siang hari, maka berkas saia baru bisa saia ambil besok harinya. Keesokan harinya berkas mutasi SIM saia sudah jadi. Dan yang perlu jadi catatan adalah….TANPA BIAYA.

Hari ini saia ke Polres Kota Depok untuk memutasi SIM saia dari Trenggalek, Jatim ke Kota Depok. Masuk Polres Kota Depok di Jalan Margonda, saia mencari-cari tulisan SIM. Ternyata tempat permohonan SIM ada di belakang. Saia menemui Pak Polisi yang di resepsionis dan meminta penjelasan proses Mutasi SIM.

Pertama,  saia harus tes kesehatan. Tempatnya tidak jauh dari Polres Kota Depok. Tepatnya di Klinik THT yang terletak disamping kiri Bank Jabar-Banten (sebelah kiri Polres). Disini saia diminta fotokopi KTP. Oleh karena saia tidak bawa cadangan fotokopi KTP, maka saia fotokopi dulu di tempat itu. Petugas fotokopi pasti sudah sangat hafal dengan kebutuhan fotokopi KTP yang dibutuhkan untuk mengurus SIM. Saia diberi 4 fotokopian KTP. Harganya 2000. Beh…sekali lagi saia mendapat pelajaran bahwa kesempatan atau waktu itu mahal harganya. Di tempat ini hanya butuh 1 fotokopian KTP dan membayar biaya tes kesehatan Rp.30.000. Di dalam ruangan saia ditensi (alhamdulillah normal 120/80), lantas tes penglihatan dan buta warna. Tidak lama, mungkin hanya 3 menit saia mendapatkan 2 surat kesehatan untuk SIM A dan SIM C.

Kedua, membayar Biaya Perpanjangan SIM ke Loket Bank di Polres. Setelah kembali ke tempat Permohonan SIM di Polres, tak susah saia mendapatkan Loket Bank. Di atas loket itu tertulis, Permohonan Baru SIM A = Rp120.000, SIM C = Rp100.000, Perpanjangan SIM A = Rp80.000, SIM C = Rp75.000. Praktis saia hanya mengeluarkan uang Rp155.000 di sini untuk mutasi SIM. Saia diberi dua buah formulir permohonan SIM, masing-masing untuk SIM A dan SIM C. Formulir itu harus diisi benar sesuai dengan kartu identitas dan menggunakan huruf kapital.

Ketiga, membayar Asuransi Kecelakaan Diri Pengemudi (AKDP). Di Loket Asuransi ini tertulis Rp30.000. Berarti saia harus mengeluarkan Rp60.000 untuk SIM A dan SIM C saia. Dan yang saia ingat sampai selesai mengurus mutasi SIM ini, di Loket inilah yang petugasnya paling ramah.

Keempat, menyerahkan semua berkas ke Loket Pendaftaran. Berkas yang saia maksud terdiri atas berkas pencabutan SIM dari Polres Trenggalek (SIM lama saia), surat kesehatan, bukti pembayaran Biaya Perpanjangan SIM dari Bank, dan Formulir permohonan SIM. Setelah itu tinggal menunggu panggilan untuk foto.

Kelima, foto dan menerima SIM.

Dari kelima proses itu, yang paling lama adalah mengantri untuk foto SIM. Disela-sela kesempatan foto itu, saia bertanya pada seorang pemohon SIM.

“Permohonan SIM Baru apa perpanjangan, Mbak?”.

“Permohonan Baru, Pak”, jawabnya.

Saia lantas iseng bertanya, “Mengurus sendiri apa ada yang ngurusin, Mbak?”.

“Ada yang ngurusin kok. Tapi ya lama juga ngantrinya”, jawabnya.

“Kalo diurusin begitu bayar berapa Mbak?”

“350.000″, dingin sekali jawabnya

“Itu SIM A apa SIM C”

“SIM C”, jawabnya, dan saia pun terdiam.

Belum lagi saia memulai kembali pembicaraan, saia sudah dipanggil untuk foto. Saia foto dua kali, untuk SIM C dan untuk SIM A. Dan tak lama kemudian SIM A dan C saia sudah jadi. Alhamdulillah, dan saia pun berkemas.

Ketika memasukkan dokumen-dokumen saia ke dalam tas, ada seorang Bapak melongok, “SIM A apa SIM C dik?”, tanyanya.

“SIM A dan SIM C pak”

“Baru apa Perpanjangan?”, tanyanya lagi.

“Perpanjangan pak. Mutasi dari Jawa Timur ke sini”

“Kalo perpanjangan begitu mudah dan cepat ya”, katanya

“Bapak mencari baru? apa perpanjangan juga?”, tanya saia ‘sok’ polos

“Saya mengantar adik saia mencari SIM baru”, begitu katanya

“Habis berapa pak?”

“Karena pake jalur cepat, ini tadi 300.000 untuk SIM C”, katanya

“Kalo SIM A kira-kira berapa ya pak?”, tanya saia kembali ‘sok’ polos

“Lho kan adik sudah punya SIM A dan SIM C?”, kritis juga nih bapak

“Istri saya yang belum punya SIM A pak”, cepat, tegas, dan lugas hehehe…

“Oh…kalo SIM A ya 400.000 dik. Beda cepek”

“Eh…makasih pak, saya pulang dulu”, saya pamitan

“Mangga dik”, jawabnya

Waduh…kok begini ceritanya ya. Ah…segera saia ke parkiran. Hup…melihat seorang bapak berjalan mendekat. Sebelum dia mendekati saia, saia duluan yang mendekatinya. Kembali naluri iseng saia muncul.

“Pak, kalo cari SIM A baru kira-kira habis berapa ya?”

“Oh…jam segini udah tutup dik. Besok saja ya” katanya

“Iya, kalo besok berapa pak?”, saia mengejarnya pertanyaan

“Ya adik tes dulu ke Klinik, abis itu…..”, dia menerangkan seperti kelima proses saia di atas

“Kalo pengen cepet pak?”

“Oh…itu gampang, sama saia aja. nanti tinggal duduk, nunggu dipanggil foto. Cuma 380.000″

“Kalo SIM C berapa pak?”, tanya saia lanjut

“Beda 10.000. jadinya 370.000. Lha adik ini abis darimana?”, hups…tanyanya

“Habis ngurus mutasi SIM pak”, jawab saia

“Lha kok masih tanya biaya ngurus SIM”

“Istri saya yg belum punya SIM pak. Kalo saya kan mutasi doang. Jadinya lebih cepat. Makanya yang lain masih nunggu, saya sudah pulang duluan hehe…”, tentu dengan nada guyonan.

“Ah Sialan. bisa aja kamu nih”

“Mari pak, saya pulang dulu”, saia pun pamit

“Oh…silakan…silakan”

Beh…saia menghela nafas panjang. Padahal kalau kita mau mengurus SIM sendiri, hanya butuh biaya yang terdiri dari:

Surat Kesehatan   = Rp30.000

SIM A Baru          = Rp120.000

SIM C Baru          = Rp100.000

SIM A Perpanjang = Rp80.000

SIM C Perpanjang = Rp75.000

Asuransi per SIM  = Rp30.000

Ya seperti saia hari ini hanya mengeluarkan uang sebesar Rp245.000 untuk Mutasi SIM A dan SIM C.

Saia yakin, Polisi tidak seburuk praktik percaloan itu.  Sebagaimana motto pelayanan SIM “Kami memang belum sempurna, tapi Kami berusaha”. Hanya saja calo-calo itu yang memberikan iming-iming kemudahan. Dan parahnya, sebagian (enta besar atau kecil) pemohon SIM tergiur dengan kemudahan itu. Padahal mengurus SIM sudah cukup mudah. Ya walaupun mungkin perlu ada yang disempurnakan, misalnya keramahan petugas perlu ditingkatkan.

Majulah terus Kepolisian Republik Indonesia!

8 comments on “Mutasi SIM

  • nice info mas…
    bisa mnta info lg ga mas? Saya ganti KTP, menjadi beda Kelurahan/Desa tapi masih satu Kecamatan. Ntar SIM,STNK,BPBK motor saya gimana ya mas, apakah harus ikut diubah mengikuti KTP yg baru?
    matur suwun…

  • Ketiga, membayar Asuransi Kecelakaan Diri Pengemudi (AKDP). Di Loket Asuransi ini tertulis Rp30.000. Berarti saia harus mengeluarkan Rp60.000 untuk SIM A dan SIM C saia. Dan yang saia ingat sampai selesai mengurus mutasi SIM ini, di Loket inilah yang petugasnya paling ramah.

    yo jelas paling ramah, wong sakngertiku jane asuransi kuwi ora wajib….nek nang nggalek, akeh sing ora tuku…. wkwkwkwkwkwkwk….

  • Perpanjangan SIM A dan SIM C masing masing 120rb dan 110rb, total kemarin pas kita mudik habis 230rb untuk perpanjangan…..ngomong-ngomong py…ga tertarik buat ambil SIM B1 dan B2 ?
    Sebenulnya kami juga tertarik buat mutasi SIM tapi masih ragu…semoga domisili di Pondok Aren untuk seterusnya ya….doakan py….

    eh kabare ponakanku gimana ?

  • Berikan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d blogger menyukai ini: