Pembawacerita’s Weblog

“Bermanfaat bagi umat sepanjang hayat” semoga tulisan2 disini membantu mewujudkan visi itu

Arsip untuk Desember, 2008

Infaq Untuk Palestina

Ditulis oleh pembawacerita di/pada Desember 31, 2008

Demi saudara kita di Palestina, mari kita infaqkan untuk perjuangan

Bebaskan Palestina
“Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku Tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari adzab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui, niscaya Allah Mengampuni dosa-dosamu dan Memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn. Itulah kemenangan yang agung”.

QS. Ash-Shaff : 10-12

Ditulis dalam Kemanusiaan, Uncategorized | Bertanda: , , , | 2 Komentar »

Pilhan Acara Pergantian Tahun

Ditulis oleh pembawacerita di/pada Desember 31, 2008

Di negeri Ramah Insan, konon hidup seorang pemimpin negeri. Jambu Kopyor namanya. Namanya juga pemimpin, dia sibuk sekali harus mondar-mandir kesana kemari. Mulai dari menghadiri acara peningkatan produksi pertanian hingga acara partai. Jadualnya begitu padat bahkan tahun sudah akan brakhir pun masih harus keliling negeri.

Wal hasil…si Jambu Kopyor ini kelelahan dan ingin refreshing. Nah kebetulan di Pulau Dewala Bati pada setiap pergantian tahun ada acara hiburan yang meriah. Si Jambu Kopyor ingin merayakan pergantian tahun di pulau itu. Gosipnya sih salah satu lokasinya di Istana Tampak Serong.

Jauh dari tempat Si Jambu Kopyor hendak merayakan pergantian tahun ada acara lain di sebuah masjid. Masjid yang terletak di Indonesia. Masjid At Tin, di Taman Mini Indonesia Indah. Ada agenda:

“Doa dan Dzikirku untuk Bangsaku” Memperingati Tahun Baru Hijriah 1430 dan Menyambut Tahun Baru 2009, Rabu, 31 Desember 2008 pukul 18.00-24.00 WIB.

Dzikir Nasional itu akan dihadiri:

Ustadz M. Arifin Ilham (Pimpinan Majelis Dzikir Az-Zikra),

DR. H. Hidayat Nur Wahid MA (Ketua MPR-RI) [apa calon presiden juga ya],

H. A Riawan Amin, MSc (PResdir PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk)

Habiburrahman El Shirazy (Novelis)

DR. H. Adhyaksa Dault, SH. MSi (Menpora)

KH. Zaenuddin MZ (Ulama)

Nah…Mau pilih yang mana? Ikut si Jambu Kopyor apa Dzikir Nazional?

Ditulis dalam Alhamdulillah Menikah, Uncategorized | Bertanda: | 2 Komentar »

Dari Cinta hingga Munashoroh Palestina

Ditulis oleh pembawacerita di/pada Desember 30, 2008

Suatu saat ketika saia baru turun dari Gunung Kencana, bukan dalam rangka “ngasah kasekten” ato memburu si butak dari gua hantu, tapi hanya ingin mendekatkan diri dan belajar langsung dari alam yang Allah ciptakan, tiba-tiba ponselku bergetar hebat. Saking hebatnya dapat meluluh lantakkan sendi-sendi cinta saia. Lha iya…wong yang sms itu pacar saia. Iya…pacar tercinta yang sekarang mendampingi hidup saia dalam suka dan duka. Maklum di atas gunung tidak ada sinyal. Jadinya pas turun trus ketiban sinyal…diberondong SMS bertubi-tubi. Mayoritas dari istri saia. Itu dia yang membuat saia luluh lantak.
Salah satu SMSnya begini “Terbersit hari ini, ketika mas lagi naik gunung, kapan kita bisa naik gunung bersama? Cintamu ini jadi pengen coba :) . kapan kita bisa DS bersama, munasharah di HI, Monas, Al-Azhar…pasti seru!!!”
Terus terang saat itu saia speechless. Seolah ingin mempercepat langkah turun gunung. tapi apa daya, istri saia masih di Aceh. Cepat atau lambat saia turun gunung tetap aja ga ngaruh.

Lantas malam, ba’da maghrib ini, dapat SMS dari mas’ul
“Munashoroh Palestina untuk kader, simpatisan, dan warga Jabodetabek, Jumat 2 Januari 2009. Kumpul di Bundaran HI pukul 13.00. Atribut Pendekar Kebenaran Sejati dan Bendera Merah Putih. Infaq “one man one dollar”

Tanpa pikir panjang, saia langsung mem-forward SMS itu ke istri saia. Beberapa detik kemudian ponsel saia teriak ‘Sukarno berkata…aku bukan budak Moskow, bukan pula budak Amerika, aku adalah budak bagi rakyatku sendiri…Bangkit Pemimpin Muda…Untuk Indonesia Sejahtera’. Ada SMS masuk bergambar perempuan anggun dan cantik sekali menyusuri Pantai Loknga, Aceh.
“Ikuuuutt..! Anis mau ikuuutt..!!”

Istri saia pengen banget ikut munashoroh. Tadi sore dia telepon, cintaku itu membaca eramuslim.com dan alikhwan.net sambil menangis tersedu. Tak rela Palestina dibombardir Israel.

Teruntuk Cintaku. Kamu masih di Banda Aceh, Cinta. Kamu masih harus menunggu SK mutasi itu terbit hingga kita bisa tinggal bersama. Kalo sudah di Jakarta, kamu mau ikut munashoroh, ayo aku ada di sampingmu. Kamu pengen ikut dzikir nasional, ayo aku temani. Sekarang kamu masih harus bersabar dulu ya sayang.

Tulisan ini pertama kali diketik diatas keyboar sambil melototin monitor yang nampilin multiplyku.

Ditulis dalam Alhamdulillah Menikah, Uncategorized | Bertanda: , , | 3 Komentar »

Asal usul SITU GINTUNG

Ditulis oleh pembawacerita di/pada Desember 29, 2008

ini cerita muncul setelah secara iseng aku bertanya via multiply pada Pak AMin Yadi. ga taunya dijawab beneran (beneran iseng maksudnya). tapi bagus loh. begini asal usul Situ Gintung versi Pak Amin Yadi:

Pada zaman dahulu ada aktivis dirampok di dekat sebuah situ (danau).

Aktivis itu ‘terpaksa’ melawan secara fisik, setelah berbagai upaya lisan dan hati tidak berhasil meng-inqilab (membalik persepsi) preman itu.

Singkat cerita tidak sampai 3 jurus 7 preman itu keok semua.

Aktivis itu bilang, “GINi-gini Tarbiyah bUNG!”

Akhirnya 7 preman itu minta liqo dan mereka ber-8 ( D E L A P A N ) dikenal sebagai Pendekar Kebenaran Sejati.

Markaz mereka kemudian dinamai Situ Gini-gini tarbiyah bung yang disingkat…?

Walah…walah…walah…Pak Amin…ada-ada saja

oiya..trus tu aktivis kecapekan hingga tertidur di Situ Gintung.

tertidur-di-situ-gintung

He…he…he…enggak kok. ini foto pas latihan OlahRaga Arus Deras (ORAD) bersama STAPALA.

Ditulis dalam Alhamdulillah Menikah, Uncategorized | Bertanda: | Leave a Comment »

My best achievement was…

Ditulis oleh pembawacerita di/pada Desember 29, 2008

Tepat tengah malam tadi istriku sms. “Yang, udah tidur? Semoga Allah member kita kekuatan untuk merangkai hari-hari di tahun ini menjadi lebih bermanfaat, lebih indah, lebih berkah, dll. Met tahun baru sayang…our first new year :)

Aku masih belum tidur saat menerima sms itu. Sejurus ingatanku menembus gelapnya malam menuju 5 Syawal 1429H atau 5 Oktober 2008. Pada saat itulah aku menancapkan tonggak pencapaian tertinggiku. The day when I get my best achievement. Aku telah mendapatkan separuh agamaku. Allah telah menganugerahi aku bidadari terbaik untukku. Allah memberiku pendamping hidup yang menemaniku menggapai ridho-Nya. Anis Dyah Rahmawati. Perempuan tempat aku menumpahkan rasa cinta dan rinduku. Perempuan yang menjadi pelindung pandangan dan kehormatanku.

Pada momen tahun baru 1 Muharram 1430H ini, aku berusaha menghitung-hitung pencapaianku. Dan aku tak bisa berhenti bersyukur, karena telah mendapatkan separuh agama. Selanjutnya aku tinggal bertakwa kepada Allah. Itu pun dibantu dengan seorang bidadari terbaik untukku. Seperti kalimat terakhir yang diucapkan Rasulullah SAW dalam hadits arba’in nomor 25, “Bukankah jika ia menyalurkan pada yang haram itu berdosa? Maka demikian pula apabila ia menyalurkan pada yang halal, maka ia juga akan mendapatkan pahala” (HR Muslim).

Istriku…kamu adalah ladang pencapaian ketakwaan kepada Allah. And you’re the best achievement I ever get.

Ditulis dalam Alhamdulillah Menikah | Bertanda: , , , , , | 4 Komentar »

Ibu Kos pulang dari Haji

Ditulis oleh pembawacerita di/pada Desember 28, 2008

Dua hari kemarin ibu kos datang dari Baitullah. Para tetangga silaturahim ke rumah. Kos-ku jadi ramai. Padahal teman2 kos banyak yang pulang kampung. Aku sendiri tidak mudik. Tetap saja di kos, terbayang bersama istriku.

Melihat tetangga yang silaturahim dan kedatangan ibu kos, jad teringat waktu shalat idul adha di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh. Pagi itu langit Banda Aceh menyapa dengan rintik-rintik gerimis. Aku dan istriku nekad untuk jala kaki ke Baiturrahman. Ga jauh kok, hanya 30 menit jaan kaki dari Kampung Keuramat, tempat istriku kos. Hingga Baiturrahman, kami masih kebagian duduk di dalam masjid. Aku malah mendapat shaf kedua. Tak lama kemudian, ruangan masjid penuh. Lihat saja gambarnya.

inside-baiturrahman-idul-adha-1429h

Yang lebih hebatnya lagi, ketika shalat ID di mulai, hujan semain deras. Namun tidak membuat jamaah surut. mereka rela hujan-hujanan di luar masjid.

Setelah itu, jamaah khidmat menyimak khutbah Idul Adha. Aku meng-upload khutbah yang disampaikan Prof. DR. TGK. H. Nazir Azis, SE, MBA.  Ketika ibu kos datang aku membaca lagi khutbah itu dan membayangkan seolah-olah aku mengikuti prosesi haji. Isi khutbah itu ada di bawah post ini.

Setelah selesai rangkaian shalat ID, luar biasa…lautan manusia membanjiri Baiturrahman. Jika melihat mereka, aku yakin, musuh-musuh Islam akan gentar.

outside-baiturrahman-idul-adha-1429h


Ditulis dalam Alhamdulillah Menikah, Uncategorized | 2 Komentar »

Khutbah Idul Adha 1429H di Majid Baiturrahman, Banda Aceh

Ditulis oleh pembawacerita di/pada Desember 28, 2008

IBADAH HAJI SIMBOL KEMENANGAN ORANG MUKMIN[i]

Prof. DR. TGK. H. Nazir Azis, SE, MBA[ii]

Puji dan syukur kita persembahkan ke hadhirat Allah Swt yang telah memberikan kepada kita berupa nikmat Islam, memuliakan kita dengan seruan haji, menjalankan segala syiarnya yang agung sehingga menjadikan kita terpilih menjadi ummat terbaik untuk manusia. Salawat dan salam marilah kita sanjungkan ke pangkuan junjungan ‘alam Nabi Besar Muhammad Saw, keluarga dan sahabatnya sekalian yang telah berkorban demi perjuangan Rasulullah Saw dalam memperbaiki akhlak manusia dan memerangi taghut.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Hadirin Kaum Muslimin Sidang Jamaah Idhul Adha yang Dirahmati Allah SWT

Di pagi yang berbahagia ini, ummat Islam di seluruh pelosok dunia sedang merayakan dan mengagungkan asma Allah Swt. Mereka berduyun-duyun menuju masjid-masjid, surau-surau, ataupun pergi ke tempat-tempat ibadah dengan satu tujuan yaitu mengucakan talbiyah, menyebut asma Allah, mengabdikan diri kepada-Nya, membesarkan Allah sebagai Pencipta, Pelindung, Penyelamat dunia dan akhirat.

Dalam tradisi Islam, hari raya haji disebut juga dengan hari raya qurban. Disebut hari raya qurban, ini tidak terlepas dari sejarah awal dalam sebuah peristiwa besar yang terjadi pada diri Nabi Ibrahim as ketika diperintahkan Allah untuk mengurbankan puteranya Nabi Ismail as. Pada masa Islam, peristiwa ini menjadi bahagian penting untuk diresapi dan diaplikasikan dalam kehidupan kaum muslimin melalui tradisi kurban.

Hakikat dari ibadah haji sesungguhnya pengabdian diri hamba yang direalisasikan dalam bentuk kegiatan penuh dengan simbol-simbol yang sangat protokoler. Tapi, kedalaman maknanya itu juga tergantung pada pribadi-pribdi orang mukmin itu sendiri. Kita akan menangkap makna-makna yang terkandung dalam ibadah haji. Prosesi haji dimulai dari miqat dengan menanggalkan pakaian berjahit dan berganti dengan pakaian ihram. Maka sejak itu pula seorang mukmin harus menanggalkan pakaian kemewahan, simbol-simbol duniawi, pangkat dan jabatan berganti dengan pakaian ketaqwaan berupa kesabaran, ketabahan, keikhlasan, tawadhuk, tunduk, patuh dengan menafikan sifat-sifat sombong dan arogan.

Selesai miqat dan berpakaian ihram, lalu menuju ke Mekkah untuk melakukan tawaf yang dimulai dari garis lurus dengan hajar aswad. Saat akan tawaf kita mengangkat tangan sambil berucap “Allahu Akbar”. Mengangkat tangan sebagai simbol kita berjabat tangan dengan Allah, yang mengisyaratkan bahwa kita berjanji akan mematuhi apa yang telah diperintahkan dan digariskan oleh Allah menyangkut aturan-aturan dalam hidup ini. Ini seperti halnya kita berjabat tangan setelah selesai dari penandatanganan kesepahaman (MoU) dengan pihak lain, yang juga mengisyaratkan bahwa kedua belah pihak akan berjanji dengan sepenuh hati melaksanakan apa yang termuat dalam perjanjian itu. Tapi, mengapa orang-orang yang telah berikrar itu, masih saja melanggar janjinya. Itu berarti ia belum bertawaf.

Ketika tawaf seseorang melingkari Ka’bah dari empat arah sebanyak tujuh kali. Ini bermakna bahwa kaum muslimin dan muslimat dalam mendekati Tuhannya bisa dilakukan dari berbagai arah. Tetapi tetap tidak boleh mengi’tiqadkan/menganggap bahwa Tuhan itu ada di sana. Karena anggapan itu dapat mengancam aqidah seseorang membawa kepada syirik; Allah dalam keyakinan orang-orang muslim tidak mengambil tempat dan bentuk seperti yang terlintas dalam pikiran manusia.

Hadirin yang Dimuliakan Allah SWT

Secara lebih luas tawaf melingkari Ka’bah bersimbolkan hidup dan kehidupan seseorang mukmin tidak boleh keluar dari jalur yang telah ditentukan oleh syariat, kemanapun ia berputar menjalani hidup dan kehidupan ini. Kehidupan itu sendiri adalah silih berganti, ada yang baru hadir dan ada yang berada di tengah perjalanan serta ada pula yang tinggal di ujung kehidupan. Walaupun demikian, yang nampak bagi kita adalah bahwa mereka berada dalam suatu arena yang sama, yakni dalam lingkaran Ka’bah. Bertawaf mengelilingi Ka’bah dari keberagaman suku bangsa, perbedaan warna kulit dengan suasana berdesak-desakan, dapat memberi arti bahwa untuk menggapai tujuan hidup haruslah berani bersaing dengan bangsa-bangsa dan suku-suku. Meskipun harus menjalani hidup dengan persaingan, tapi, tetap saja tidak dibenarkan bermain di luar jalur, apalagi sampai merampas hak-hak orang lain. Tida boleh sedikitpun menyakiti dan mendhalimi orang lain. Jalan hidup ini sesuai aturan main yang telah digariskan Allah Swt. Jangan melanggar garis “hijir Ismail” saat melaksanakan tawaf.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar,

Hadirin yang Dirahmati Allah SWT

Selesai melaksanakan tawaf dilanjutkan dengan sa’i. Sa’i dalam konteks ibadah haji berarti lari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah. Dalam konteks yang lebih luas, sa’i dapat berarti berusaha mencari kehidupan baru. Prosesi ini mengenang kembali usaha keras yang dilakukan ibunda Ismail as, Siti Hajar, saat mencari air untuk kelangsungan hidup puteranya. Dalam menjalani hidup harus dimulai dengan jalan yang bersih dan insya Allah akan memperoleh keberkahan. Ketika Siti Hajar mengakhiri sa’i di bukit Marwah berarti menggambarkan kesejahteraan dan kedamaian. Makna ini dapat dipahami bahwa seorang muslim dalam berusaha haruslah dengan cara-cara yang bersih, halal, tidak menyakiti orang lain, dan jika pun ada persaingan maka persaingan dilakukan dengan sehat, dan jujur sehingga hasil usaha yang diperoleh akan berdampak untuk kesejahteraan dan kedamaian.

Ibadah sa’i juga memiliki makna yang sangat mendalam bagi kehidupan muslim dalam mencari nafkah, di samping titah Allah untuk menunjukkan kepada ummat muslim bahwa alam semesta ini berjalan sesuai dengan hukum alam (sunnatullah). Ini bermakna meskipun Siti Hajar sudah tahu dan paham benar situasi dan kondisi alam di sekelilingnya, namun ikhtiar sebagai manusiawi tetap ia lakukan sa’I agar memperoleh seteguk air. Ini menunjukkan bahwa seorang muslim tidak pernah putus asa; terus berjuang sampai menggapai tujuan.

Kisah Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Ismail as, telah mengajarkan ketauhidan kepada kita bahwa ada karunia Allah yang diberikan melalui sebab musabab, dan ada pula yang tidak. Dalam sejarah, diriwayatkan bahwa di tempat yang gersang lagi tandus Nabi Ibrahim as meninggalkan Siti Hajar dan Ismail yang sedang bayi. Ketika Ibrahim hendak bergegas pergi meninggalkan mereka berdua, Hajar bertanya, apakah kami akan engkau ditinggalkan pergi di lembah ini? Hatinya di relung sedih karena harus meninggalkan keluarganya di lembah yag tandus. Nabi Ibrahim as tidak dapat menjawab atas pertanyaan isterinya itu. Lalu Hajar mengulang bertanya, “Kepada siapa engkau titipkan dan tinggalkan kami di lembah ini? Adakah Allah telah memerintahkanmu?”. Ibrahim masih saja diam seribu bahasa, dia belum dapat memberikan jawaban, namun yang terlihat seakan sinar matanya redup dan berkaca-kaca, sesekali ia menatap ke langit. Setelah ia mendapatkan hidayah, barulah ia menjawab pertanyaan isterinya dengan anggukan kepala sebagai isyarat membenarkan bahwa apa yang dilakukan itu adalah perintah Allah Swt. Isyarat itu telah melegakan hati Siti Hajar dan ia menyambutnya dengan penuh keimanan dan ketabahan. Karena Siti Hajar yakin Allah Yang Maha Kuasa lagi Pemurah pasti tidak akan mengabaikan dan meninggalkannya seorang diri.

Gambaran hidup bermitra sedemikian kuat dan besar pengaruhnya terhadap tugas-tugas suami, dengan catatan keimanan tetap harus kokoh agar jangan ada pihak-pihak yang nampaknya membantu, tapi pada hakikatnya menjerumuskan. Inilah hikmah sa’I yang telah disyariatkan kepada kita dalam rangkaian menyelesaikan ritus-ritus ibadah haji. Ada saat-saat harus melakukan usaha maksimal dan ada pula saat-saat kita harus melakukan kepasrahan secara total kepada Allah Swt. Dengan demikian Islam tidak pernah menawarkan jalan pintas, jalan cepat untuk sukses tanpa usaha, apalagi dengan jalan merampas hak-hak orang lain agar kelihatan “wah” di mata manusia, tetapit erburuk di mata Allah Swt. Islam menawarkan cara-cara alamiah, agar mudah ditiru dan bisa dilakukan oleh siapapun.

Allah Swt melalu ritus ini ingin menyempurnakan tahap demi tahap yang harus dilakukan manusia ketika menginginkan sesuatu kesuksesan, sekaligus untuk memberikan pemahaman, pelajaran dan hikmah kepada kita tentang masalah yang alami, yakni apabila kita sudah menempuh berbagai ikhtiar dan ternyata menemui jalan buntu, maka seorang mukmin dilarang untuk berpatah semangat apalagi putus asa karena Allah selalu memberikan rahmat dan kasih sayang-Nya. Prinsip ini dijelaskan dalam Al Quran dalam surah An-Naml, “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang ang dalam kesulitan apabila ia ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingat-Nya”. (QS. An-Naml (27):62)

Perhatian dewasa ini, gaya hidup putus asa dianggap bentuk perarian yang mujarrabah, lewat pergi ke tempat-tempat unkar, narkoba, heroin, gantung diri, dan lain-lain ikut telah mewarnai kehiduan masyarakat. Tidakkah kita renungkan dan belajar dari perilaku Siti Hajar bersama anaknya Ismail ketika susahnya mendapat seteguk air? Sedangkan kita hidup ditengah alam dengan lahan yang subur, di tengah-tengah keramaian dan di era transportasi yang tinggal pilih. Apa yang membuat kita harus berputus asa? Jawabannya adalah kita ingin dapat cepat dan ingin lewat jalan pintas. Kita sangat ambisius menguasai alam dengan cara yang salah, lihat saja hutan sudah gundul, penebangan tanpa batas, sehingga menyebabkan banjir, tanah longsor dan berbagai kejadian yang serupa terjadi di mana-mana. Kenapa kita serakah menguasai seluruh sumber kehidupan tanpa peduli yang halal dan haram. Jika demikian, dimana letak makna sa’I dan makna tawaf yang telah diajarkan kepada kita dalam ibadah haji itu.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Hadirin yang Dirahmati Allah SWT

Wukuf di Arafah merupakan ritual haji yang sarat nilai dan tak kalah pentingnya bagi manusia. Arafah secara bahasa berasal dari kata ‘arafa yang berarti mengenali atau mengetahui. Arafah dapat dipahami sebagaimana mengenal pribadi masing-masing mengenai dari mana kita berasal, dan hendak kemana kita akan kembali. Pengenalan terhadap jati diri manusia sangat penting agar perjalanan hidup yang tidak gratis melainkan harus dengan pertanggungjawaban ini dapat terkontrol.

Tanpa pengenalan atas jati diri, seseorang sering kali terjerumus ke dalam sifat-sifat tercela seperti sombong, egois, dan lain-lain. Ketika sifat-sifat itu sirna dari diri manusia maka ia akan menemukan kembali jati dirinya sehingga dengan mudah memahami siapakah Tuhannya. Al Aqqad dalam kitabnya “Manusia dalam Al-Quran” mengemukakan bahwa setiap muslim penting sekali mengenali dirinya. Ia menyatakan “Kanali siapa dirimu”. Amanah ini sesuai dengan apa yang telah dijelaskan oleh baginda Rasulullah Saw bahwa barang siapa yang mengenali dirinya pasti ia akan mengenali siapa Tuhannya.

Training untuk mengenali jati diri lewat media wukuf di Padang Arafah itu harus mampu mengantarkan kita kepada perubahan sikap setiap saat mengenang makna hidup secara hakiki. Seringkali kita sulit mengajak hati untuk berdialog dengan diri, karena tertutupi oleh hawa nafsu dan kemauan hawa nafsu syatainiyah. Akan tetapi semua orang saat wukuf di Arafah kebekuan hawa nafsu iitu bisa mencair dengan karena rahmat Allah SWT. Itu sebabnya kegiatan ritual wukuf di Arafah menjadi rukun haji yang pelaksanaannya tidak bisa diwakilahkan kepada orang lain walaupun seseorang harus ditandu karena sakit atau alasan lainnya. Kecuali itu waktu untuk pelaksanaan wukuf sangat khsus dan terbatas. Artinya tidak bisa orang melaksanakan di sembarang waktu. Ketentuannya sangat jelas kapan ia harus berada disana dan kapan pula harus meninggalkan Arafah. Wukuf dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, mulai ba’da zawal (setelah matahari tergelincir) hingga terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah. Demikian pentingnya wukuf sampai-sampai Rasul SAW bersabda, “Alhajju Arafah” artinya haji itu adalah arafah.

Dilihat secara historis, wukuf di Padang Arafah merupakan renungan kembali tentang beberapa peristiwa besar yang pernah terjadi antara lain:

1. Bertempat di Jabal Rahmah, Padang Arafah, pertemuan kembai dua manusia pertama yaitu Nabi Adam as dan Siti Hawa yang pernah terpisah dalam waktu yang sangat lama setelah Allah menurunkan mereka berdua dari surga;

2. Mengenang kembali peristiwa Nabi Ibrahim as ketika mendapatkan perintah dari Allah untuk mengorbankan puteranya Ismail as. Saat itu Ismail baru tumbuh remaja dan tumpuan harapan, bagaimana perasaan kedua orang tuanya di satu pihak dan bagaimana harus mentaato perintah Allah di pihak lainnya. Inilah ujian keimanan yang harus dialami oleh Nabi Ibrahim as di Padang Arafah. Suatu ujian yang membuktikan bahwa Allah SWT baginya merupakan satu-satunya Dzat yang telah dipilih dan paling dicintai melebihi yang lain, tidak hanya dengan kata-kata melainkan juga telah dibuktikan dengan perbuatan. Dalam proses akan dilaksanakan perintah itu, Nabi Ibrahim as tidak ingin membuat kejutan psikologis kepada puteranya, melainkan ia mengajak bicara dengan meminta pendapat dan pandangannya tentang keputusan yang telah diperintahkan oleh Allah SWT. Manajemen pengambilan keputusan lewat dialogis ini diabadikan Allah di dalam Al-Quran surah As-Shaffat, 102, “Maka tatkla anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim. Ibrahim berkata: Hai anakku sesungguhnya aku melihat di dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu. Ia menjawab : Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah kamu akan mendapatkanku termasuk orang-orang yang sabar” (QS. As-Shaffat: 102)

3. Mengenang perjalanan Rasulullah SAW ketika saat-saat akhir menerima risalahnya ditandai dengan turunnya wahyu terakhir Surat Al Maidah ayat 3 sebagai isyarat penyempurnaan risalah Islam;

4. Ibadah ritual Arafah adalah gladi resik peristiwa akbar bagi ummat manusia di Padang Mahsyar; hari kebangkitan kembali manusia dari kubur. Itulah sebabnya ritus Arafah begitu penting agar kita dapat mempersiapkan bekal untuk menjalani hidup di akhirat yang sifatnya kekal abadi.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Perenungan yang menjadi esensi ritus wukuf itu diharapkan dapat mengantar manusia menjalani sisa-sisa hidup yang lebih baik dan bermakna. Siapapun akan menyadari bahwa hidup ini sangat singkat, terbatas dan harus secara produktif diisi dengan hal yang baik, yang berkaitan dengan hablumminallah dan hablumminannas. Sesungguhnya apa yang ingin disimbolkan dalam wukuf di Arafah ini adalah peringatan terhadap awal dan akhir dari kehidupan ini.

Peringatan kehidupan awal yang ditandai pertemuan antara Nabi Adam as dan Siti Hawa, sementara kehidupan akhir ditandai dengan wahyu terakhir serta haji pamitan dimana Rasulullah SAW pamit dengan kaum muslimin dan para pengikutnya. Ritual ini sekaligus mengajak ummat manusia untuk merasakan suatu gladi resik, bagaimana seluruh manusia dihamparkan dalam kehidupan setelah mati. Semua manusia yang berwukuf memakai pakaian putih tanpa jahitan, seakan0akan situasi ini mengantarkan kita ke dalam kebangkitan kembali. Oleh karena itu, ritus wukuf adalah proses penyadaran diri tentang akan adanya kehidupan sesudah mati dan kehidupan itu harus berbekal ketaqwaan untuk keabadian.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Hadirin yang Dirahmati Allah SWT

Selesai wukuf di Arafah melanjutkan perjalanan ke Mina dengan terlebih dahulu mabit (singgah) di Musdhalifah utnuk memulihkan kembali kekuatan fisik sambil memungut batu-batu kecil sebagai persiapan melempar jamarah. Lempar jamarah setelah melaksanakan pertobatan di Arafah merupakan manifestasi untuk menyingkirkan syeitan-syeitan penggoda. Lemparan syeitan berulang kali dilakukan, ini menandakan syeitan menjadi musuh manusia di setiap masa. Sikap ini mengingatkan kita untuk kembali merenungkan peristiwa Nabi Ibrahim as dan Ismail as, saat melempar syeitan yang mencoba menggoda mereka berdua agar ingkar terhadap perintah Allah SWT. Sejak hari itu Nabi Ibrahim as telah meninggalkan pesan kepada puteranya dan orang-orang yang hidup setelah mereka bahwa sampai kapanpun syeitan-syeitan itu adalah musuh nyata bagi ummat manusia yang selalu harus diingat, dimusuhi dan diperangi.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Hadirin yang Dirahmati Allah SWT

Di akhir khutbah ini, khatib ingin mengajak kita semua untuk merenungi kembali peristiwa nabiyullah Ibrahim, Siti Hajar, dan Ismail as. Ketika nilai-nilai sejarah itu dapat diambil hikmah dan dimaknai dalam kehidupan masyarakat kita saat ini maka pastilah akan menemukan kedamaian dan ketenteraman diri sehingga akan memberi manfaat dan pengaruh yang besar dalam mengisi pembangunan bangsa.


[i] Disampaikan pada Khutbah Idul Adha pada 10 Dzulhijjah 1429H (8 Desember 2008) di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh, Nangroe Aceh Darussalam

[ii] Direktur Program Magister Manajemen Universitas Syiah Kuala dan Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kualan, Banda Aceh, Nangroe Aceh Darussalam

Ditulis dalam Alhamdulillah Menikah, Uncategorized | Bertanda: , , , | 12 Komentar »

Pers Munafik

Ditulis oleh pembawacerita di/pada Desember 27, 2008

Semalam aku membaca running text di salah satu televisi swasta. Bunyinya begini : “Roket nyasar di jalur Gaza, 2 orang mati”
Nah kalo membaca berita itu, masuk akal apa ga ya? Aku berani bilang itu adalah politisir media. Dengan kata lain, PERS MUNAFIK. Coba dipikir dengan akal sehat. Pertama, mana mungkin roket nyasar di Gaza, pemukiman padat penduduk, kok yang mati hanya dua orang. Itu pasti rekayasa Israel. Yang ada justru terjadi pembantaian bangsa Palestina oleh Israel dengan meluncurkan roket pembunuhnya. Kedua, mana mungkin senjata berbahaya seperti roket ditembakkan begitu saja tanpa arah. Ibarat mobil tanpa sopir. Mana isa tu roket jalan sendiri.
Memang kemungkinannya hanya dua: PERS MUNAFIK atau PERS BODOH yang mikirnya pake dengkul.

Padahal kenyataannya:
“Saudara-saudara kita di Gaza dibantai, dibombardir oleh Israel (la’natullahi ‘alaihim), hampir 200 mayat-mayat bergeletakan.”

Kita harus mengutuk kebiadaban ini. Adakan doa Qunut Nazilah untuk keselamatan PALESTINA dan kumpulkan DANA buat mereka. LAWAN ISRAEL…!!!

Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda: , | 4 Komentar »

Karakter rumah muslim

Ditulis oleh pembawacerita di/pada Desember 26, 2008

Jujur, sungguh berat sangat menahan rasa rindu pada istriku. Tapi kerinduan ini seharusnya tidak membuatku futur. Aku harus bangkit. Aku harus mengisi waktu-waktu kerinduan ini dengan aktivitas yang memberikan kebaikan. Seperti pagi ba’da shubuh ini. Di As Sa’adah, rutin setiap Sabtu pagi, ada ta’lim. Yang mengisi kali ini adalah Ustadz Saman.

Pada kesempatan ini dijelaskan mengenia karakteristik rumah seorang muslim sehubungan dengan syi’ar. Setidaknya ada tiga karakter rumah syi’ar itu:

1. Dihiasi dzikir dan shalawat

Rasulullah pernah mengumpamakan rumah yang dihiasi dzikir dan tanpa hiasan dzikir laksana manusia dengan nyawa dan tanpa nyawa. Masya Allah, jauh sekali bedanya ya…antara hidup dan mati.

2. Tempat melakukan ibadah shalat

Rasulullah juga menuntunkan untuk menjadikan rumah sebagai tempat shalat, sehingga tidak seperti kuburan. Namun perlu diketahui, shalat yang dimaksud adalah shalat sunnah. Adapun shalat wajib itu lebih utama di masjid. Ini sesuai dengan kaidah bahwa ibadah yang wajib itu selayaknya diumumkan, sedangkan yang sunnah disembunyikan. Seperti halnya zakat yang dilakukan secara terbuka sehingga setiap orang bisa mengetahuinya. Lain halnya dengan sedekah. Ibarat tangan kanan member, tangan kiri tidak mengetahui.

3. Membaca Al Quran

Membaca Al Quran di rumah bukan sekedar sebagai sarana syi’ar. Tapi juga memiliki faedah untuk mengusir setan. Karena ketika dibacakan Al Quran maka setan akan kocar-kacir.

Hm…alangkah indahnya rumah seperti itu. Aku mengharapkannya. Dan ingin segera menghiasinya bersama istriku. Membaca Al Ma’tsurat, qiyamullail berdua, dan saling tasmi’ tilawah.

Bismillah…aku akan segera mendapatkannya. Amin.

Ditulis dalam Alhamdulillah Menikah, Uncategorized | Leave a Comment »

Kangen Sore

Ditulis oleh pembawacerita di/pada Desember 26, 2008

Cintaku…

Sore ini aku masih belum beranjak dari depan layar monitor. Aku begitu merindukanmu. Melihat foto-foto kita. Hingga tiba-tiba berhenti ketika foto kita bermain ayunan di Pantai Gapang, Pulau Weh. Saat itu seolah tak ada kesedihan yang tersirat diantara kita. Seolah kebersamaan untuk selamanya. Dan kini suasana itu melayang. Berganti kesedihan karena kerinduan yang mendalam.

Cintaku…tak berhenti harapan-harapan ini mengayuh dayung agar segera sampai pada pulau indah bernama kebersamaan.

Sore ini…aku begitu merindukanmu…

Menjemput Ombak di Pantai Gapang, Pulau Weh, Sabang

Teruntuk istriku yang tak pernah lekang mengikutkan doa setelah ba’da shalat demi berkumpulnya kami kembali oleh Allah.

Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda: , | Leave a Comment »

Chat…sendiri

Ditulis oleh pembawacerita di/pada Desember 26, 2008

Pagi ini aku membuka kotak chattingku. tak kulihat nama istriku aktif disana. aku sangat merindukannya. padahal beberapa menit yang lalu percakapan kami dihentikan oleh kecongkakan pulsa.

Wipy Yuwana: cintaku…
Wipy Yuwana: aku melihat butiran2 daun cinta itu turun di kotak chat ini
Wipy Yuwana: tak ada habisnya
Wipy Yuwana: seperti cintaku padamu sayang
Wipy Yuwana: diam tanpa kata pun aku bisa merasakannya
Wipy Yuwana: begitu indah
Wipy Yuwana: dan terkadang menyiksa jika sadar kau tak dekat ada
Wipy Yuwana: seperti ini kah cinta sayangku
Wipy Yuwana: tak cinta jika tak merasakan tersiksa
Wipy Yuwana: maka cinta dan pahatan2 meyiksa inilah yang menemaniku
Wipy Yuwana: mengingatmu dalam kerinduan
Wipy Yuwana: dalam kesyahduan
Wipy Yuwana: hingga menantikan kebersamaan

Ditulis dalam Uncategorized | 1 Komentar »

Sepulang Diklat Lapangan STAPALA 2009

Ditulis oleh pembawacerita di/pada Desember 23, 2008

Malam ini…telah sampai di Posko STAPALA, 41 orang dari perjuangan di Gunung Kencana.
Mereka disambut slayer merah dalam formasi lingkaran.
Dengan mata tertutup, mereka mendengarkan bisikan mesra dari slayer2 merah.
Masih dalam kegelapan mereka menuju lokasi upacara penutupan, di depan DP
Ketika mereka membuka tutup matanya, tiba2 disambut api unggun yang menyala hebat di depan mata
Upacara penutupan Diklat Lapangan pun dibuka.
Perjuangan masih terus harus dilanjutkan setelah siswa Diklat kembali dikalungkan slayer hijau
“Jalan Kita Masih Panjang…coba kuatkan dirimu…jangan berhenti disini” (Dewa 19’s song)

selanjutnya berbaur menjadi satu…slayer merah dan slayer hijau
dalam rangkaian piring makanan yang memanjang di depan Posko
makan malam bersama…
penuh dengan kenikmatan…
penuh kehangatan…

Selamat datang calon2 saudaraku
Selamat datang calon pemilik SPA 2009

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Udah dapat Dosbing

Ditulis oleh pembawacerita di/pada Desember 23, 2008

Alhamdulillah…
Udah dapat Dosbing yang bersedia membimbingku nyusun skripsi tentang teori akuntansi.
Dosen yang pernah ngajar aku pas semester matrikulasi itu langsung bersedia. hehehe…tapi ada syaratnya, harus bener2 serius. serius bener.
hhee…hh…jadi semakin tertantang

Bismillahirrahmanirahim…
penelitian ini segera dimulai….
semoga bermanfaat bagiku, bagi istriku, bagi almamaterku, bagi adik kelasku, bagi pembacanya, bagi umat ini…
Amin…

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Outline Skripsi

Ditulis oleh pembawacerita di/pada Desember 23, 2008

Lagi konsen buat Outline Skripsi
hanya kepikiran bidang Teori Akuntansi
Untuk Judul sih sudah ada tiga kemungkinan
Tapi belum dapat Dosen Pembimbing
Rencananya hari ini mau menemui salah satu dosen yang mengajarku pas masih di semester matrikulasi dulu

Keep moving…keep going…keep thinking…keep writing

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Ga Lolos Tes Bea Siswa S2

Ditulis oleh pembawacerita di/pada Desember 22, 2008

Akhirnya aku ga lolos beasiswa S2 dari BPK
Jujur…sedih rasanya, tapi mungkin ini adalah tanda agar aku harus fokus pada agenda-agenda penting dalam jangka waktu dekat ini.
seperti kata seniorku…bahwa aku masih harus menata hidup perlahan, tapi pasti.
dan yang pasti…Allah tahu yang terbaik dan akan memberikan yang lebih baik padaku. Amin.

hm…pengen cerita tentang Sabang…trus Aceh pas Idul Adha kemaren…

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »