Ditulis oleh pembawacerita di/pada November 26, 2008
Bahagianya mereka…
Mengetahui seorang Akhwat berjilbab berhasil mendapatkan juara 2 dunia kompetisi panjat dinding dunia.
Alangkah senangnya mereka…
Melihat para pemuda mencintai alam ciptaan Rabb-nya
Alangkah gembiranya mereka…
Para pemuda yang menjaga staminanya hingga siap untuk jihad kapan dan dimana saja
Alangkah beruntungnya mereka…
Para pemuda yang mendaki gunung, mengarungi jeram, menyusuri gua…tapi tak lupa dengan kebutuhan shalatnya
Tulisan ini dibuat setelah melihat penghargaan kepada 8 pemuda yang menjadi sumber inspirasi.
Setidaknya ada cita-cita bahwa Islam itu dekat dengan alam. Jadi jangan pisahkan alam dari pengelolaan berdasarkan Islam. Siapa bilang pecinta alam jauh dari Islam. Aku akan berteriak tidak. Aku adalah pemuda Islam yang mencintai alam.
Ditulis dalam Alhamdulillah Menikah, Uncategorized | 2 Komentar »
Ditulis oleh pembawacerita di/pada November 22, 2008
Semalam aku bertemu teman dekat. Nampak raut mukanya penuh tanda tanya.
“Py, katanya besuk (23 Nov 08.red) kamu mau tes beasiswa S2? Kok sekarang masih sempat-sempatnya mabit disini?”
“Apa kamu tidak mendengarkan tausiyah Ustadz KH Abdul Hasib Hasan Lc tadi? InsyaAllah beasiswa yang aku dapat kan nanti berkah dan dirahmati Allah. Coba bayangkan. Aku selalu berharap dan berdoa. Lantas pada kesempatan malam ini doaku diamini oleh malaikat-malaikat. Ini adalah moment ketika aku mendapatkan doa dari para malaikat karena malam ini aku mengikuti kajian yang didalamnya aku membaca AlQuran, dibacakan AlQuran, berusaha memahami AlQuran, dan mendapatkan tausiyah berupa kajian ayat-ayat AlQuran. Bayangkan, yang mendoakan itu para malaikat. Lantas Allah memberikan rahmat-Nya. Aku yakin. Ini adalah awal dari keberkahan yang aku harapkan itu.”
“Ya…ya…ya…ngerti deh yang tausiyahnya masih hangat-hangat dipikiran. Lha terus persiapan tes-mu gimana?”
“La takhof akhi (jangan kawatir saudaraku.red). Aku sudah merasakan seolah-olah beasiswa S2 itu dalam genggaman tanganku. Persiapan tetap akan aku lakukan. Tapi sekarag waktunya melanjutkan menyimak tausiyah Ustadz KH Abdul Hasib Hasan Lc itu. Yang jelas, aku yakin. Akan segera datang berkah dan rahmat dari Allah. Tak ragu lagi.”
Pembicaraan pun dihentikan. Dan kami kembali menyimak tausiyah di Malam Bina Iman dan Taqwa (mabit) kali ini.
Ditulis dalam Alhamdulillah Menikah, Uncategorized | 6 Komentar »
Ditulis oleh pembawacerita di/pada November 21, 2008
Ya Allah…pagi ini hamba-Mu ini akan meretas perjalanan untuk menambah amunisi jihad
Aku membutuhkannya, aku yakin akan kedatangannya, dan aku merasakan kehadirannya saat ini pula
Engkau tentu tahu apa yang aku harapkan
Engkau tentu tahu isi hati istriku
Engkau tentu tahu harapan orang tuaku
Engkau tentu tahu doa orang-orang disekitarku
Jika jalan ini adalah yang terbaik Ya Allah
maka mudahkanlah, lancarkanlah, ringankanlah, dan kabulkanlah
Namun jika Engkau menakdirkan ini bukan yang terbaik
Aku yakin, Engkau pasti akan memberikan yang lebih baik dan terbaik bagiku, keluargaku, dan umat ini
Amiin….
Ditulis dalam Alhamdulillah Menikah, Uncategorized | 2 Komentar »
Ditulis oleh pembawacerita di/pada November 21, 2008
Kemarin waktu aku ke kampus Mercu Buana langkahku terhenti setelah ada seseorang memanggil. Rupanya dia adalah salah satu Ketua Jurusan di Univ Mercu Buana.
“Wan, kamu sudah S2 apa belum?”
“belum, bu”
“kamu cepetan S2-nya, biar saya rekomendasikan jadi dosen tetap. lagi butuh tenaga pengajar kayak kamu ni”
“InsyaAllah bu. Saya mau tes beasiswa S2 tanggal 22-23 November besuk”
“Ouw, ya bagus kalo sudah di-planning. ibu khawatir kamu S2-nya nunggu-nunggu. kalo perlu kamu S2-nya disini saja. sambil jalan nanti dosen tetapnya saya urus”
“Wah, terima kasih banyak bu. Doakan saya dapat beasiswa S2 itu ya bu”
“Iya…semoga nanti kamu berhasil dan mendapatkan yang terbaik”
“Amiin”
Tak lama memang pembicaraan itu. karena kami harus segera masuk kelas masing2. kami harus ngajar, bertatap muka dengan mahasiswa. hobby-ku yang aku selalu enjoy melakukannya. alhamdulillah bapak dan ibuku mendukung. dan sekarang aku mendapat dukungan pula dari istriku.
Subhanallah…betapa senangnya sore itu. Memang nikmat yang diberikan Allah itu tak terputus. Dan kini pun aku masih terus berharap untuk mendapatkan yang terbaik untuk meraih beasiswa S2. Bukan cuma untukku. tapi untuk keluargaku. untuk pendidikan di Indonesia. untuk masyarakat. dan untuk kejayaan umat tentunya…
Bismillah…siap-siap menerima beasiswa S2…..
Ditulis dalam Alhamdulillah Menikah, Uncategorized | 3 Komentar »
Ditulis oleh pembawacerita di/pada November 19, 2008
Sore menjelang maghrib ini ada adik tingkat yang sudah lulus STAN mengirim message padaku:
> Mas mo nanya, persiapan diri untuk nikah apa aja ya??
> Kalo jarak antara khitbah dan ijab qabul rada lama gpp?? tapi sebaiknya disegerakan ya???
Aku jawab begini:
Persiapan yang sebenarnya adalah kesiapan untuk mengucapkan “perjanjian suci (mitsaqan ghalidha)“. Itu butuh ketenangan yang luar biasa.
Kalo cuma persiapan teknis misalnya maharnya apa saja, itu sih gampang. Tinggal tanya aja calon pengantin perempuan mau minta mahar apa. Atau kostum pernikahan, itu bisa dimusyawarahkan.
Yang penting juga adalah usaha untuk meminimalisir perbedaan. Karena perbedaan pada saat-saat menjelang nikah itu bisa menimbulkan keraguan. Keraguan itu datangnya dari setan. Logikanya, kamu mau menikah itu untuk mendapatkan separuh agama. Sedangkan setan tujuannya menjerumuskan manusia. Tentu setan tak akan rela begitu saja manusia menyempurnakan agamanya. So, minimalisir perbedaan dan tetap menjaga emosi biar tetap stabil itu sangat penting.
Sabar. Itu sangat berat. Tapi harus dilakukan. Agar tidak terjerumus ke dalam marital failure. Kalo ada perbedaan, sabar dan musyawarah adalah kuncinya.
Tenang dan perbanyak ibadah. Banyak sekali godaan menjelang pernikahan. Termasuk rasa gelisah yang sebenarnya kita tidak tahu apa penyebab kegelisahan itu. Makanya harus diisi dengan banyak ibadah.
Guys, fase terberat menuju pernikahan adalah diantara khitbah menuju nikah. Semakin dekat insyaAllah semakin membawa berkah dan rahmat. Karena mempersempit time gap itu bisa meminimalisir risiko godaan-godaan yang bisa mengurangi keberkahan pernikahanmu.
So…jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu.
——****——
Nah, kira-kira jawabanku itu gimana ya? Ada tanggapan? Mungkin ada yang lebih baik jawabannya? Mohon di-share ya? Terima kasih…
Ditulis dalam Alhamdulillah Menikah, Uncategorized | 1 Komentar »
Ditulis oleh pembawacerita di/pada November 10, 2008
Malam ini aku senang sekali. Alhamdulillah aku ditraktir makan teman baikku. Ia sedang merayakan milad-nya yang ke-26. Hm…semoga umurmu yang telah lalu berkah ya kawan. Semoga umurmu ke depan semakin bermanfaat bagi umat. Semoga bidadarimu segera mendekat hingga kamu bisa mendekapnya erat di dalam perjanjian yang kuat. Amin…
Lantas ada pemandangan yang membuat hatiku ini luluh lantak. Aku baru saja makan enak. Ketika aku menuju parkir motor mataku tertuju pada seorang anak. Ia memikul beban berat di pundak. Menjajakan dagangan yang sangat berguna bagi ibu-ibu untuk memasak. Anak seumuran SMP atau bahkan SD itu masih mengais rejeki padahal malam telah beranjak.
Tak tega aku melihatnya. Lemper dan ulekan batu itu masih tinggi membebani pikulannya. Aku datangi dia, dan kuberikan selembar uang. Ketika menyentuh tangannya, pikiranku buyar. Yang tadinya ingin menyapanya, mengajaknya berbicara, bertukar cerita, tapi itu semua menjadi sirna. Lenyap seolah tersapu keringat yang mengembun di tangan kasarnya.
Di sepanjang jalan pulang aku berharap. Adik kecil, semoga Allah memberimu rejeki yang berkah atas segala perjuanganmu. Semoga Allah menghapus dosa-dosamu dan memberikan kebaikan disetiap langkahmu untuk mencari rejeki yang halal bagimu dan keluargamu. Adik kecil, semoga akan semakin banyak orang-orang yang tertampar melihat perjuanganmu. Bagiku, kamu adalah pahlawan untuk keluargamu. Kamu adalah pahlawan yang memperjuangkan kehidupan dari kehalalan. Bagiku, kamu adalah pejuang bangsa. Yang memberikan pelajaran bagi setiap manusia dengan perjalanan nyata.
Adik kecil…kamu jauh lebih layak untuk merayakan hari pahlawan 10 November…
Catatan untuk istriku:
Bunga hatiku, ceritakan kisah-kisah perjuangan adik kecil ini kepada jundi-jundi kita kelak. Agar mereka menjadi generasi yang peka dengan perjuangan.
Ditulis dalam Alhamdulillah Menikah, Uncategorized | Leave a Comment »