Buah Kejujuran

Published September 3, 2008 by pembawacerita

“Py, kamu tahu kan? Bahwa Allah akan memperlihatkan isi hati seseorang melalui mukanya?”

Tiba-tiba suara perempuan yang aku kenal menusuk lubang pendengaranku pagi ini. Aku masih diam. Menerka-nerka apa yang akan dia katakan berikutnya.

“Ada apa Py? Ada masalah apa? Ada masalah dengan pernikahanmu nanti?”

“Ga apa-apa kok mbak”

“Satu lagi yang harus kamu tahu Py. Bahwa perempuan itu lebih bisa merasakan ada yang tidak beres ketika melihat muka-muka bermasalah seperti kamu”

“Maaf mbak. Terlalu cengeng bagi seorang laki-laki untuk menceritakannya”

“IYA! Dan laki-laki seperti kamu juga terlalu SOMBONG untuk mengakui bahwa kamu cengeng padahal siapapun yang melihat akan tahu bahwa matamu berkaca-kaca! Kamu tak cerita juga ga apa-apa bagiku! Yang jelas jika kamu tak bersuara lagi, aku jadi tahu bahwa kamu bukanlah Wipy yang aku tahu selama ini.”

Si Mbak tiba-tiba ketus dan tegas sambil membuka kelopak matanya lebar-lebar.

“Mbak, kamu tahu apa buah dari kejujuran? Kamu tahu bagaimana rasanya buah dari kejujuran?”

Si Mbak hanya terdiam.

“Kenapa diam mbak? Bagaimana rasanya mbak! Ayo di jawab! Apakah pahit! Manis! Asam! Atau asin!”

Si Mbak masih terdiam.

“Kenapa mbak masih terdiam? Ga bisa jawab? Dan aku ga butuh jawabanmu mbak. Apapun rasanya buah kejujuran, entah itu pahit, entah itu manis, apakah itu asam, ataukah itu asin, akan aku memakannya mbak!”

Sekarang ganti Si Mbak yang berkaca-kaca matanya

“Mbak masih diam juga? Apa kurang jelas? Sekali lagi mbak, akan aku memakannya!”

Tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut si Mbak

Lantas aku tinggalkan si Mbak begitu saja. Aku rindu bangunan megah di jalan Kaca Piring itu. Begitu sejuk dan damai di dalamnya. Setelah tugas kuliah ini selesai, aku akan menuju kesana…

Bismillah…Ya Allah ampuni aku…Ya Allah maafkan aku…Ya Allah, hanya Engkau yang aku tahu Maha Pengampun dosa….Astaghfirullah

Terima kasih buat si Mbak yang telah membaca raut mukaku.

Adakah yang bersedia memberiku nasehat? Bukan hanya diam seperti si Mbak

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: